Tersedia RPP & Silabus KTSP Berkarakter (EEK) dan Kurikulum 2013

RPP SD Berkarakter KTSP

CD RPP, Silabus SD KTSP Berkarakter

Dapatkan RPP, Silabus, SK KD, PROTA, PROMES, KKM, Pemetaan SKKD dan perangkat lainnya dalam bentuk CD dengan harga terjangkau. Anda tidak perlu repot-repot membuang waktu untuk mendownload lagi Selengkapnya ....

RPP MTK Kelas VII SMP Kurikulum 2013

CD RPP MTK Kelas VII SMP Kurikulum 2013

Dapatkan RPP Kurikulum 2013, Silabus, KI KD, PROTA, PROMES, KKM, Pemetaan SKKD dan perangkat lainnya dalam bentuk CD dengan harga terjangkau. Anda tidak perlu repot-repot membuang waktu untuk mendownload lagi Selengkapnya..

Alt img

CD RPP, Silabus SMA Berkarakter

Dapatkan RPP, Silabus, SK KD, PROTA, PROMES, KKM, Pemetaan SKKD dan perangkat lainnya dalam bentuk CD dengan harga terjangkau. Anda tidak perlu repot-repot membuang waktu untuk mendownload lagi Selengkapnya..

ALT_IMG

CD RPP, Silabus SMK Berkarakter

Dapatkan RPP, Silabus, SK KD dan perangkat lainnya dalam bentuk CD dengan harga terjangkau. Anda tidak perlu repot-repot membuang waktu untuk mendownload lagi Selengkapnya..

ALT_IMG

Tata Cara Ibadah Haji

Jika Anda sudah berniat untuk melaksanakan Ibadah Haji, maka Anda harus mengetahui, syarat, rukun, dan larangan haji agar Anda terhindar dari segala larangan dan mendapatkan Ibadah haji yang mambrur dan mendapatkan Ridha Allah SWT. Selengkapnya...

ALT_IMG

Daftar Isi Blog

Kalo Anda kesulitan mencari tip RPP klik saja Daftar ISI agar Anda bisa lebih cepat mencarinya Selengkapnya...

ALT_IMG

Akomodasi Perhotelan Berkarakter

Dapatkan RPP Akomodasi Perhotelan dalam bentuk CD dengan harga terjangkau. Anda tidak perlu repot-repot membuang waktu untuk mendownload lagi .... Selengkapnya...

ALT_IMG

RPP Silabus Berkarakter SD, SMP, SMA

Dapatkan RPP, Silabus, SK KD, PROTA, PROMES, KKM, Pemetaan SKKD dan perangkat lainnya dalam bentuk CD dengan harga terjangkau. Anda tidak perlu repot-repot membuang waktu untuk mendownload lagi Selengkapnya ....

Mendikbud Segera Realisasikan Layanan Pendidikan Terintegrasi

Dikutip dari acount facebook Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI bahwan Mendikbut segera realisasikan Pendidikan terintegrasi, Layanan publik terintegrasi ini disebut “one stop service”. Layanan ini memungkinkan masyarakat atau pihak tertentu yang membutuhkan layanan publik dilakukan dalam satu tempat, sehingga segala bentuk pelayanan ataupun perizinan dapat menjadi lebih cepat.

Berikut teks aslinya yang tercantum di halaman facebook Kemendikbud RI tersebut: 
Jakarta, Kemendikbud --- Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2014 yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (18/12), Presiden RI Joko Widodo kembali menegaskan agar menyediakan layanan publik terintegrasi atau yang disebutnya sebagai “one stop service”. Layanan ini memungkinkan masyarakat atau pihak tertentu yang membutuhkan layanan publik dilakukan dalam satu tempat, sehingga segala bentuk pelayanan ataupun perizinan dapat menjadi lebih cepat.

“Akhir Januari, saya dorong dan kejar terus, agar yang namanya one stop service secara nasional selesai. Tidak mundur lagi. Kita harapkan nanti investasi-investasi bisa diselesaikan dalam satu tempat, tidak perlu pergi ke banyak kementerian dan tidak perlu menghabiskan waktu bertahun-tahun,” ujar Presiden Joko Widodo.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan yang ditemui usai mendengarkan arahan presiden, mengatakan, satu minggu pertama sejak dirinya diangkat juga sudah menginstruksikan agar jajarannya menyiapkan layanan pendidikan dalam satu tempat. Setidaknya ada lebih dari 50 pelayanan yang akan bisa dilakukan dalam satu pintu. “Sekarang sedang dibuat. Ada banyak layanan, misalnya pelayanan sertifikasi bagi guru, bahkan hingga legalisasi, nanti akan dilayani di satu tempat,” tutur Mendikbud.

Mendikbud Segera Realisasikan Layanan Pendidikan Terintegrasi

Sehari setelah dilantik, Mendikbud mulai bertugas dengan meninjau sejumlah pelayanan yang selama ini dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Salah satu layanan itu adalah pelayanan sertifikasi bagi guru yang dilakukan seperti layaknya pelayanan di bank yang menggunakan nomor antrean dan petugas yang siap membantu guru.

Saat berada di ruang kerja Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar (P2TK Dikdas)itu, Mendikbud berinteraksi dengan para guru yang sedang mengurus pencairan tunjangan profesi pendidik. “Unit ini sangat penting untuk bisa memastikan guru kita bisa mendapatkan (tunjangan) sertifikasi, dan terlayani dengan baik, dan bisa diselesaikan bila ada masalah. Makanya saya mampir ke sini,” ujarnya saat itu.

Di sana, Mendikbud menyempatkan diri untuk berdiskusi bersama Direktur P2TK Dikdas, Sumarna Suryapranata. Pada kesempatan yang sama Mendikbud juga turut menguji coba layanan data pokok pendidikan (dapodik) yang memuat informasi lengkap mengenai sekolah, siswa, dan PTK di seluruh Indonesia. (Ratih Anbarini/sumber: portal kemdikbud/pengunggah: Erika Hutapea)

Semoga bermanfaat.


Lanjutkan baca →

Administrasi Guru

Mengajar adalah kegiatan seorang guru, tetapi ternyata bukan hanya sekedar mengajar, di luar jam mengajar guru harus menyiapkan berbagai administrasi yang jumlahnya bukan sedikit. Sebelum mengajar guru sudah harus siap dengan berbagai rencana dan alat peraga, perangkat pembelajaran dan juga harus menguasai materi dengan baik yang akan disampaikannya. Tidak hanya sebelum, setelah selesai mengajar juga, guru harus menyusun nilai, laporan haris belajar siswa dan lain sebagainya. Setiap pekerjaan memang ada enak dan tidak enaknya, tapi kalau dibilang capek, memang semua pekerjaan harus capek, tidak hanya fisik, tetapi pikiran juga pasti capek.

Posting kali ini saya ingin share apa saja administrasi yang harus disiapkan oleh seorang guru. Inilah diantaranya administrasi Guru yang menjadi tugas guru dalam bentuk halaman kertas:

No
JENIS PERANGKAT ADMINISTRASI
1.
Silabus
2.
3.
Program Tahunan
4.
5.
6.
Rencana Pelaksanaan Harian
7.
Buku Pelaksanaan Harian
8.
Presensi Siswa
9.
Catatan Hambatan Belajar Siswa
10.
Daftar Buku Pegangan Guru
KEGIATAN PENILAIAN
11.
Analisis KKM
12.
Kisi-kisi Soal
13.
Soal-soal Ulangan
14.
Buku Informasi Penilaian
15.
Analisis Butir Soal
16.
Analisis Hasil Ulangan
17.
Program/Pelaksanaan Perbaikan
18.
Program/Pelaksanaan Pengayaan
19.
Daftar Pengembalian Hasil Ulangan
20.
Buku Ulangan Bergilir
21.
Daftar Nilai
22.
Laporan Penilaian Akhlak Mulia dan Kepribadian Siswa
23.
Buku Tugas Terstruktur
24.
Buku Tugas Mandiri
PERANGKAT TAMBAHAN
1.
SK Pembagian Tugas
2.
Mengisi Buku Kemajuan Kelas
3.
Jadwal Mengajar

Rpp Kurikulum 2013 lengkap Sd, SMP, SMA, SMK

Meski banyak sekali perangkat administrasi yang harus dikerjakan guru, tapi yang harus diingat bahwa tugas utama guru adalah mengajar. Jadi, jangan sampai waktu kita habis untuk mengerjakan administrasi saja. Caranya bisa dengan memanfaatkan waktu di sela-sela jam mengajar dan yang pasti tidak menunda-nunda waktu untuk segera mengerjakan administrasi yang semestinya bisa langsung kita laporkan seusai mengajar.
Sumber: http://narnikurniawan.blogspot.com/2010/12/perangkat-administrasi-guru_04.html


Lanjutkan baca →

Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2014-2015

Separuh tahun ajaran sudah berlalu, tinggal semester genap tersisa di tahun ajaran 2014-2015 ini. Mungkin terlambat posting ini. harusnya di awal tahun pelajaran. tapi barangkali masih ada yang sedang mencari tahu kalender pendidikan tahun ajaran sekerang untuk semester genapnya.

Pada posting ini admin rpp-silabus.com ingin sharing kalender Pendidikan tahun ajaran 2014-2015. mudah-mudah semester terakhir di tahun ajaran ini lebih tertata dengan baik lagi.Jika semester ganjil yang lalu sudah baik, jadikan semester genap yang akan datang menjadi lebih baik dan sempurna lagi. Isi dengan semangat baru, tentukan target, rencana, dan langkah-langkah yang akan Ibu/Bapak Guru lakukan untuk mengejar target di semester genap ini.


Kalender pendidikan tahun 2014 – 2015 ini  berlaku di seluruh wilayah Indonesian dan untuk jenjang sebagai berikut:
  • TK/TKLB/RA,
  • SD/SDLB/MI,
  • SMP/SMPLB/MTs.
  • SMA/SMALB/MA/SMK

http://www.mediafire.com/view/whrie51ip8lpuw8/KALENDER_PENDIDIKAN_2014_2015.pdf
Lanjutkan baca →

Menertibkan Siswa Saat Belajar

Terkadang kita dihadapkan pada permaslahan pengelolaan kelas yang akan mendasar sebelum memulai aktifitas belajar. Pertama kali yang harus dilakukan guru adalah bagaimana guru dapat mempersiapkan siswa untuk belajar yang kondusif. Dalam belajar kondusif sebenarnya konsepnya mudah. Pusatkan perhatian siswa pada guru, heningkan siswa untuk memulai kalimat awal memulai pembelajaran.

Karena bagaimanapun juga secerdas apapun dan sekreatif apapun kemampuan guru namun proses belajar tidak akan berjalan lancar dan kondusif apabila siswa masih banyak mengobrol dengan temannya, usil sesama teman, bahkan siswa masih belum duduk siap dengan perlengkapan belajarnya. Hal yang terkadang dilupakan dalam pengelolaan kelas adalah bagaimana cara kita menyelesaikan masalah tersebut. Meskipun pada awal belajar kondusif namun bagi siswa mereka akan cepat  mudah terpengaruh konsentrasinya sehingga mengobrol di dalam kelas tidak dapat dihindarkan.
Menertibkan Siswa Saat Belajar

Di bawah ini terdapat beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mendukung proses belajar siswa yang efektif:
  1. Gunakan perintah sederhana untuk membuat sikap siswa terfokus cara yang pertama dapat menggunakan kalimat “Persiapkan buku dan alat tulis untuk memulai belajar, dan duduk siap.” atau “Hitungan ke 3 semua siswa harus diam, dan dengarkan bapak/ibu”,  “Pembelajaran akan dimulai siapkan alat tulis dan buku, duduk siap dan tidak ada yang berbicara kecuali bapak/ibu”
  2. Gunakan perintah seperti halnya ancaman yang edukatif. Hal ini dapat dilakukan manakala guru sedang menjelaskan materi. Semisal “Tidak ada penjelasan ulang untuk materi saat ini, dan apabila ada pertanyaan tidak akan di jawab”. Tindakan ini dapat diartikan sebagai cara untuk mengelola kelas supaya siswa dapat fokus dengan materi yang diajarkan. Dalam point kedua siswa dilatih untuk dapat bertanggungjawab dan sadar diri bahwa perlunya mengikuti belajar dengan baik tanpa gangguan mengobrol dan keributan yang mengganggu belajar siswa.
  3. Berikan kesempatan pada siswa untuk mengemukakan gagasan dan adakan tanya jawab

Cara ke tiga dilakukan untuk memberikan waktu dimana guru menjelaskan dan siswa memperhatikan, dan dimana siswa yang berbicara sedangkan gurunya yang mendengarkan.
Lanjutkan baca →

Syarat-syarat Umum Sertifikasi Guru 2014

Sertifikasi Guru? Wow!!! itu adalah harapan semua guru. Mengapa tidak selain menambah income untuk guru yang sudah mendapatkan sertifikat sebagai pendidik, juga menjadi kebanggaan kalau sudah mendapatkannya. Betapa bahagianya bagi yang sudah mendapatkan sertifikat tersebut, karena dengan sertifikat tersebut makan guru bersangkutan berhak mendapatkan tunjangan dari pemerintah, Bagi guru-guru yang belum mendapatkannya, jangan hawatir mudah-mudahan suatu saat nanti segera mendapatkannya, karena waktu terus berputar.

http://www.rpp-silabus.com/2014/11/syarat-syarat-umum-sertifikasi-guru-2014.html


Dikutip dari sekolahdasar.net Sertifikasi guru tahun 2014 jalur Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) yang dilaksanakan oleh PSDMP dan PMP Kemdikbud memiliki syarat umum yang harus dipenuhi calon peserta PLPG. Persyaratan umum sertifikasi guru PLPG 2014 itu antara lain:
  • Guru belum memiliki sertifikasi pendidikan dan masih aktif mengajar.
  • memiliki kualifikasi akademik Sarjana Strata 1 (S-1) atau diploma 4 (D-4).
  • Guru yang diangkat dalam jabatan pengawas harus memenuhi ketentuan pengawas satuan pendidikan.
  • Sudah menjadi guru dalam satuan pendidikan baik itu PNS atau non PNS.
  • Bagi non PNS mengajar di sekolah swasta harus memiliki SK guru tetap.
  • Bagi guru PNS mengajar di sekolah negeri harus memiliki SK dari Bupati/Wakil.
  • Belum genap 60 tahun per 1 Januari 2014.
  • Sehat jasmani rohani.
  • Memiliki NUPTK aktif pada sistem layanan transaksional.

Sebelum dilaksanakan penetapan peserta sertifikasi guru 2014 dilakukan verifikasi dan data calon peserta sertifikasi guru 2014 didasarkan pada keseimbangan usia serta keadilan proporsional jumlah peserta antar provinsi.

penetapan peserta sertifikasi guru 2014 jalur PLPG dilakukan setelah Uji Kompetensi Guru (UKG) selesai dan diikuti oleh seluruh guru yang belum memiliki sertifikat pendidik. Perangkingan dilakukan oleh sistem terintegrasi dengan data base NUPTK.

Semoga bermanfaat ....

Lanjutkan baca →

Karakter Anak Usia SD

Mengajar anak didik harus bisa memahami karakter mereka agar mereka dapat memahamai maksud dan tujuan pelajaran yang disampaikan oleh sang guru. Bagi Bapak/ibu guru yang kebetulan mengajar di Sekolah Dasar, pada posting kali ini saya ingin berbagai beberapa karakter anak usia Sekolah Dasar.

Karakteristiknya antara lain:
1. Senang bermain
Maksudnya dalam usia yang masih dini anak cenderung untuk ingin bermain dan menghabiskan waktunya hanya untuk bermain karena anak masih polos yang dia tahu hanya bermain maka dari itu agar tidak megalami masa kecil kurang bahagia anak tidak boleh dibatasi dalam bermain. Sebagai calon guru SD kita harus mengetahui karakter anak sehingga dalam penerapan metode atau model pembelajaran bisa sesuai
dan mencapai sasaran, misalnya model pembelajran yang santai namun serius, bermain sambil belajar, serta dalam menyusun jadwal pelajaran yang berat(IPA, matematika dll.) dengan diselingi pelajaran yang ringan(keterampilan, olahraga dll.)

2. Senang bergerak
Anak senang bergerak maksudnya dalam masa pertumbuhan fisik dan mentalnya anak menjadi hiperaktif lonjak kesana kesini bahkan seperti merasa tidak capek mereka tidak mau diam dan duduk saja menurut pengamatan para ahli anak duduk tenang paling lama sekitar 30 menit. Oleh karena itu, kita sebagai calon guru hendaknya merancang model pembelajaran yang memungkinkan anak berpindah atau bergerak.
Mungkin dengan permaianan, olahraga dan lain sebagainya.

3. Senang bekerja dalam kelompok
Anak senang bekerja dalam kelompok maksudnya sebagai seorang manusia, anak-anak juga mempunyai insting sebagai makhluk social yang bersosialisasi dengan orang lain terutama teman sebayanya, terkadang mereka membentuk suatu kelomppok tertentu untuk bermain. Dalam kelompok tersebut anak dapat belajar memenuhi aturan aturan kelompok, belajar setia kawan, belajar tidak tergantung pada diterimanya
dilingkungan, belajar menerimanya tanggung jawab, belajar bersaing dengan orang lain secara sehat (sportif), mempelajarai olah raga, belajar keadilan dan demokrasi. Hal ini dapat membawa implikasi buat kita sebagai calon guru agar menetapkan metode atau model belajar kelompok agar anak mendapatkan pelajaran
seperti yang telah disebutkan di atas, guru dapat membuat suatu kelompok kecil misalnya 3-4 anak agar lebih mudah mengkoordinir karena terdapat banyak perbedaan pendapat dan sifat dari anak-anak tersebut dan mengurangi pertengkaran antar anak dalam satu kelompok. Kemudian anak tersebut diberikan tugas untuk mengerjakannya bersama, disini anak harus bertukar pendapat anak menjadi lebih menghargai
pendapat orang lain juga.

4. Senang merasakan/ melakukan sesuatu secara langsung
Ditinjau dari teori perkembangan kognitif, anak SD memasuki tahap operasional konkret. Dari apa yang dipelajari di sekolah, ia belajar menghubungkan konsep konsep baru dengan konsep-konsep lama. Jadi dalam pemahaman anak SD semua materi atau pengetahuan yang diperoleh harus dibuktikan dan dilaksanakan sendiri agar mereka bisa paham dengan konsep awal yang diberikan. Berdasarkan pengalaman ini, siswa membentuk konsep-konsep tentang angka, ruang, waktu, fungsi-fungsi badan, pera jenis kelamin, moral, dan sebagainya. Dengan demikian kita sebagai calon guru hendaknya merancang model pembelajaran yang memungkinkan anak terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Sebagai contoh anak akan lebih memahami tentang arah mata angina, dengan cara membawa anak langsung keluar kelas, kemudian menunjuk langsung setiap arah angina, bahkan dengan sedikit menjulurkan lidah akan diketahui secara persis dari arah mana angina saat itu bertiup.

5. Anak cengeng
Pada umur anak SD, anak masih cengeng dan manja. Mereka selalu ingin diperhatikan dan dituruti semua keinginannya mereka masih belum mandiri dan harus selalu dibimbing. Di sini sebagai calon guru SD maka kita harus membuat metode pembelajaran tutorial atau metode bimbingan agar kita dapat selalu membmbing dan mengarahkan anak, membentuk mental anak agar tidak cengeng.

6. Anak sulit memahami isi pembicaraan orang lain
Pada pendidikan dasar yaitu SD, anak susah dalam memahami apa yang diberikan guru, disini guru harus dapat membuat atau menggunakan metode yang tepat misalnya dengan cara metode ekperimen agar anak dapat memahami pelajaran yang diberikan dengan menemukan sendiri inti dari pelajaran yang diberikan sedangkan dengan ceramah yang dimana guru Cuma berbicara didepan membuat anak malah tidak memahami isi dari apa yang dibicarakan oleh gurunya.

7. Senang diperhatikan
Di dalam suatu interaksi social anak biasanya mencari perhatian teman atau gurunya mereka senang apabila orang lain memperhatikannya, dengan berbagai cara dilakukan agar orang memperhatikannya. Di sini peran guru untuk mengarahkan perasaan anak tersebut dengan menggunakan metode tanya jawab misalnya, anak yang ingin diperhikan akan berusaha menjawab atau bertantya dengan guru agar anak lain beserta guru memperhatikannya.

8. Senang meniru
Dalam kehidupan sehari hari anak mencari suatu figur yang sering dia lihat dan dia temui. Mereka kemudian menirukan apa yang dilakukan dan dikenakan orang yang ingin dia tiru tersebut. Dalam kehidupan nyata banyak anak yang terpengaruh acara televisi dan menirukan adegan yang dilakukan disitu, misalkan acara smack down yang dulu ditayangkan sekarang sudah ditiadakan karena ada berita anak yang melakukan gerakan dalam smack down pada temannya, yang akhirnya membuat temannya terluka. Namun sekarang acara televisi sudah dipilah-pilah utuk siapa acara itu ditonton sebagai calon guru kita hanya dapat mengarahkan orang tua agar selalu mengawasi anaknya saat dirumah. Contoh lain yang biasanya ditiru adalah seorang guru yang menjadi pusat perhatian dari anak didiknya. Kita sebagai calon guru harus menjaga tindakan, sikap, perkataan, penampilan yang bagus dan rapi agar dapat memberikan contoh yang baik untuk anak didik kita.

Lanjutkan baca →

Kesalahan dalam Mendidik Anak yang Harus Diwaspadai

Mendidik adalah sebuah tugas dan kewajiban sebagai orang tua atau seorang guru. Anak adalah titipan yang senantiasa harus dijaga dan didik serta diarahkan ke jalan yang benar. Namun jika mendidik dengan cara yang salah, atau melakukan kesalahan dalam mendidik Anak, maka akan berpengaruh buruk pada anak didik tersebut.

Ada banyak macam kesalahan yang semestinya tidak terjadi dalam mendidik. Diantaraya ada 10 kesalahan yang dirangkum oleh Club Curhat muslim dalam facebooknya sebagai berikut:

Anak adalah amanah bagi kedua orang tuanya. Maka, kita sebagai orang tua bertanggung jawab terhadap amanah ini. Tidak sedikit kesalahan dan kelalaian dalam mendidik anak telah menjadi fenomena yang nyata. Sungguh merupakan malapetaka besar ; dan termasuk menghianati amanah Allah.Adapun rumah, adalah sekolah pertama bagi anak. Kumpulan dari beberapa rumah itu akan membentuk sebuah bangunan masyarakat. Bagi seorang anak, sebelum mendapatkan pendidikan di sekolah dan masyarakat, ia akan mendapatkan pendidikan di rumah dan keluarganya. Ia merupakan prototype kedua orang tuanya dalam berinteraksi sosial. Oleh karena itu, disinilah peran dan tanggung jawab orang tua, dituntut untuk tidak lalai dalam mendidik anak-anak.



BAHAYA LALAI DALAM MENDIDIK ANAK

Orang tua memiliki hak yang wajib dilaksanakan oleh anak-anaknya. Demikian pula anak, juga mempunyai hak yang wajib dipikul oleh kedua orang tuanya. Disamping Allah memerintahkan kita untuk berbakti kepada kedua orang tua. Allah juga memerintahkan kita untuk berbuat baik (ihsan) kepada anak-anak serta bersungguh-sungguh dalam mendidiknya. Demikian ini termasuk bagian dari menunaikan amanah Allah. Sebaliknya, melalaikan hak-hak mereka termasuk perbuatan khianat terhadap amanah Allah. Banyak nash-nash syar’i yang mengisyaratkannya. Allah berfirman.

“Artinya : Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya” [An-Nisa : 58]

“Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhamamd) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui” [Al-Anfal : 27]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung jawaban terhadap yang dipimpin. Maka, seorang imam adalah pemimpin dan bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya. Seorang suami adalah pemimpin bagi keluarganya dan bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya” [Hadits Riwayat Al-Bukhari]

“Artinya : Barangsiapa diberi amanah oleh Allah untuk memimpin lalu ia mati (sedangkan pada) hari kematiannya dalam keadaan mengkhianati amanahnya itu, niscaya Allah mengharamkan sorga bagianya” [Hadits Riwayat Al-Bukhari]


SEPULUH KESALAHAN DALAM MEDIDIK ANAK

Meskipun banyak orang tua yang mengetahui, bahwa mendidik anak merupakan tanggung jawab yang besar, tetapi masih banyak orang tua yang lalai dan menganggap remeh masalah ini. Sehingga mengabaikan masalah pendidikan anak ini, sedikitpun tidak menaruh perhatian terhadap perkembangan anak-anaknya.


Baru kemudian, ketika anak-anak berbuat durhaka, melawan orang tua, atau menyimpang dari aturan agama dan tatanan sosial, banyak orang tua mulai kebakaran jenggot atau justru menyalahkan anaknya. Tragisnya, banyak yang tidak sadar, bahwa sebenarnya orang tuanyalah yang menjadi penyebab utama munculnya sikap durhaka itu.

Lalai atau salah dalam mendidik anak itu bermacam-macam bentuknya ; yang tanpa kita sadari memberi andil munculnya sikap durhaka kepada orang tua, maupun kenakalan remaja.

Berikut ini sepuluh bentuk kesalahan yang sering dilakukan oleh orang tua dalam mendidik anak-anaknya.

[1]. Menumbuhkan Rasa Takut Dan Minder Pada Anak

Kadang, ketika anak menangis, kita menakut-nakuti mereka agar berhenti menangis. Kita takuti mereka dengan gambaran hantu, jin, suara angin dan lain-lain. Dampaknya, anak akan tumbuh menjadi seorang penakut : Takut pada bayangannya sendiri, takut pada sesuatu yang sebenarnya tidak perlu ditakuti. Misalnya takut ke kamar mandi sendiri, takut tidur sendiri karena seringnya mendengar cerita-cerita tentang hantu, jin dan lain-lain.

Dan yang paling parah tanpa disadari, kita telah menanamkan rasa takut kepada dirinya sendiri. Atau misalnya, kita khawatir ketika mereka jatuh dan ada darah di wajahnya, tangan atau lututnya. Padahal semestinya, kita bersikap tenang dan menampakkan senyuman menghadapi ketakutan anak tersebut. Bukannya justru menakut-nakutinya, menampar wajahnya, atau memarahinya serta membesar-besarkan masalah. Akibatnya, anak-anak semakin keras tangisnya, dan akan terbiasa menjadi takut apabila melihat darah atau merasa sakit.


[2]. Mendidiknya Menjadi Sombong, Panjang Lidah, Congkak Terhadap Orang Lain. Dan Itu Dianggap Sebagai Sikap Pemberani.

Kesalahan ini merupakan kebalikan point pertama. Yang benar ialah bersikap tengah-tengah, tidak berlebihan dan tidak dikurang-kurangi. Berani tidak harus dengan bersikap sombong atau congkak kepada orang lain. Tetapi, sikap berani yang selaras tempatnya dan rasa takut apabila memang sesuatu itu harus ditakuti. Misalnya : takut berbohong, karena ia tahu, jika Allah tidak suka kepada anak yang suka berbohong, atau rasa takut kepada binatang buas yang membahayakan. Kita didik anak kita untuk berani dan tidak takut dalam mengamalkan kebenaran.


[3]. Membiasakan Anak-Anak Hidup Berfoya-foya, Bermewah-mewah Dan Sombong.

Dengan kebiasaan ini, sang anak bisa tumbuh menjadi anak yang suka kemewahan, suka bersenang-senang. Hanya mementingkan dirinya sendiri, tidak peduli terhadap keadaan orang lain. Mendidik anak seperti ini dapat merusak fitrah, membunuh sikap istiqomah dalam bersikap zuhud di dunia, membinasakah muru’ah (harga diri) dan kebenaran.


[4]. Selalu Memenuhi Permintaan Anak

Sebagian orang tua ada yang selalu memberi setiap yang diinginkan anaknya, tanpa memikirkan baik dan buruknya bagi anak. Padahal, tidak setiap yang diinginkan anaknya itu bermanfaat atau sesuai dengan usia dan kebutuhannya. Misalnya si anak minta tas baru yang sedang trend, padahal baru sebulan yang lalu orang tua membelikannya tas baru. Hal ini hanya akan menghambur-hamburkan uang. Kalau anak terbiasa terpenuhi segala permintaanya, maka mereka akan tumbuh menjadi anak yang tidak peduli pada nilai uang dan beratnya mencari nafkah. Serta mereka akan menjadi orang yang tidak bisa membelanjakan uangnya dengan baik.


[5]. Selalu Memenuhi Permintaan Anak

Ketika Menangis, Terutama Anak Yang Masih Kecil.
Sering terjadi, anak kita yang masih kecil minta sesuatu. Jika kita menolaknya karena suatu alasan, ia akan memaksa atau mengeluarkan senjatanya, yaitu menangis. Akhirnya, orang tua akan segera memenuhi permintaannya karena kasihan atau agar anak segera berhenti menangis. Hal ini dapat menyebabkan sang anak menjadi lemah, cengeng dan tidak punya jati diri.


[6]. Terlalu Keras Dan Kaku Dalam Menghadapi Mereka, Melebihi Batas Kewajaran.

Misalnya dengan memukul mereka hingga memar, memarahinya dengan bentakan dan cacian, ataupun dengan cara-cara keras lainnya. Ini kadang terjadi ketika sang anak sengaja berbuat salah. Padahal ia (mungkin) baru sekali melakukannya.


[7]. Terlalu Pelit Pada Anak-Anak, Melebihi Batas Kewajaran

Ada juga orang tua yang terlalu pelit kepada anak-anaknya, hingga anak-anaknya merasa kurang terpenuhi kebutuhannya. Pada akhirnya mendorong anak-anak itu untuk mencari uang sendiri dengan bebagai cara. Misalnya : dengan mencuri, meminta-minta pada orang lain, atau dengan cara lain. Yang lebih parah lagi, ada orang tua yang tega menitipkan anaknya ke panti asuhan untuk mengurangi beban dirinya. Bahkan, ada pula yang tega menjual anaknya, karena merasa tidak mampu membiayai hidup. Naa’udzubillah mindzalik


[8]. Tidak Mengasihi Dan Menyayangi Mereka, Sehingga Membuat Mereka Mencari Kasih Sayang Diluar Rumah Hingga Menemukan Yang Dicarinya.

Fenomena demikian ini banyak terjadi. Telah menyebabkan anak-anak terjerumus ke dalam pergaulan bebas –waiyadzubillah-. Seorang anak perempuan misalnya, karena tidak mendapat perhatian dari keluarganya ia mencari perhatian dari laki-laki di luar lingkungan keluarganya. Dia merasa senang mendapatkan perhatian dari laki-laki itu, karena sering memujinya, merayu dan sebagainya. Hingga ia rela menyerahkan kehormatannya demi cinta semu.


[9]. Hanya Memperhatikan Kebutuhan Jasmaninya Saja.

Banyak orang tua yang mengira, bahwa mereka telah memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Banyak orang tua merasa telah memberikan pendidikan yang baik, makanan dan minuman yang bergizi, pakaian yang bagus dan sekolah yang berkualitas. Sementara itu, tidak ada upaya untuk mendidik anak-anaknya agar beragama secara benar serta berakhlak mulia. Orang tua lupa, bahwa anak tidak cukup hanya diberi materi saja. Anak-anak juga membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Bila kasih sayang tidak di dapatkan dirumahnya, maka ia akan mencarinya dari orang lain.


[10]. Terlalu Berprasangka Baik Kepada Anak-Anaknya

Ada sebagian orang tua yang selalu berprasangka baik kepada anak-anaknya. Menyangka, bila anak-anaknya baik-baik saja dan merasa tidak perlu ada yang dikhawatirkan, tidak pernah mengecek keadaan anak-anaknya, tidak mengenal teman dekat anaknya, atau apa saja aktifitasnya. Sangat percaya kepada anak-anaknya. Ketika tiba-tiba, mendapati anaknya terkena musibah atau gejala menyimpang, misalnya terkena narkoba, barulah orang tua tersentak kaget. Berusaha menutup-nutupinya serta segera memaafkannya. Akhirnya yang tersisa hanyalan penyesalan tak berguna.

Demikianlah sepuluh kesalahan yang sering dilakukan orang tua. Yang mungkin kita juga tidak menyadari bila telah melakukannya. Untuk itu, marilah berusaha untuk terus menerus mencari ilmu, terutama berkaitan dengan pendidikan anak, agar kita terhindar dari kesalahan-kesalahan dalam mendidik anak, yang bisa menjadi fatal akibatnya bagi masa depan mereka. Kita selalu berdo’a, semoga anak-anak kita tumbuh menjadi generasi shalih dan shalihah serta berakhlak mulia.
Wallahu a’lam bishshawab.

[Disadur oleh Ummu Shofia dari kitab At-Taqshir Fi Tarbiyatil Aulad, Al-Mazhahir Subulul Wiqayati Wal Ilaj, Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd]
Lanjutkan baca →

RPP MTs Berkarakter Terbaru

RPP MTs Berkarakter dengan Ekplorasi, Elaborasi dan Konfirmasi, kami sediakan untuk Anda Bapak/Ibu guru yang mengajar di Madrasah Tsanawiyah khususnya mata pelajaran MTs berikut, dalam RPP MTs Berkarakter yang kami bundel dalam CD RPP MTs ini disertai silabus, KKM, SKKD, Pemetaan, Promes dan Prota.

Sudah menjadi kewajiban seorang guru menyampaikan ilmu kepada anak didik dengan terencana, selain itu juga guru diharuskan memiliki bukti profesionalnya sebagai tenaga pengajar, maka oleh karena itu perangkat pembelajaran seperti RPP silabus dan lainnya harus dipegang oleh guru sebagai bukti bahwa guru benar-benar menjadi seorang Tenaga Pengajar (PTK). Maka dari itu kami ingin membantu menyiapkan perangkan pembelajaran tersebut untuk Anda.
http://www.rpp-silabus.com/p/rpp-dan-silabus-mts-berkarakter.html

Adapun daftar mata pelajaran yang ada di dalamnya adalah:
  1. RPP Aqidah Akhlak Berkarakter
  2. RPP Quran Hadits Berkarakter
  3. RPP SKI Berkarakter
  4. RPP Fiqih Berkarakter
  5. RPP Bahasa Arab Berkarakter
Selain File-file di atas, disertai juga Mata pelajaran lainnya yaitu:

  1. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Berkarakter [EEK]
  2. Mata Pelajaran Bahasa Inggris Berkarakter [EEK]
  3. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Berkarakter [EEK]
  4. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Berkarakter [EEK]
  5. Mata Pelajaran Matematika Berkarakter [EEK]
  6. Mata Pelajaran Agama Islam Berkarakter [EEK]
  7. Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) Berkarakter [EEK]
  8. Mata Pelajaran Seni Budaya Keterampilan (SBK) Berkarakter [EEK]
  9. Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) Berkarakter [EEK]
  10. Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Berkarakter [EEK]
Setiap mata pelajaran sudah lengkap dengan rpp, silabus, promes, prota, kkm, skkd, pemetann mulai kelas VII, VIII dan IX, semester 1 dan 2.

Anda bisa mendapatkan CD ini hanya dengan Rp.125.000,-

Untuk lebih lengkapnya silahkan Anda lihat di halaman CD RPP MTs Berkarakter

Jangan lupa baca cara pemesanan agar lebih jelas lagi.



Lanjutkan baca →

RPP SD / MI Kurikulum 2013 Kelas 1

RPP-Silabus.com - Bagi ibu bapak guru yang sedang mencari RPP dan silabus serta perangkan pembelajaran lainnya untuk SD atau MI, Mulai kelas 1 s/d kelas 6 Semester 1 dan dua. Anda tidak perlu repot lagi membuatnya karena kami ingin membantu Anda dalam membuatnya untuk Anda.

Mohon maaf kepada Bapak/Ibu guru yang sudah lama menunggu kehadiran RPP dan Silabus Kurikulum 2013 ini. Kami baru bisa menyediakannya baru-baru ini. Kami baru bisa menyediakan RPP kurikulum 2013 untuk tingkat SD/MI dan untuk RPP Silabus kurikulum 2013 untuk tingkat SMP, SMA, serta SMK akan kami beritahukan kembali kepada Anda.

RPP SD / MI Kelas 1 Termasuk di dalamnya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kurikulum 2013, Silabus Pembelajaran Integrasi dan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar (KI – KD): 
    Tema 1 : Diriku
    1. Sub Tema 1: Aku dan Teman Baru
    2. Sub Tema 2: Tubuhku
    3. Sub Tema 3: Aku Merawat Tubuhku
    4. Sub Tema 4: Aku Istimewa
    Tema 2: Kegemaranku
    1. Sub Tema 1: Gemar Berolahraga
    2. Sub Tema 2: Gemar Bernyanyi dan Menari
    3. Sub Tema 3: Gemar Menggambar
    4. Sub Tema 4: Gemar Membaca
    Tema 3: Kegiatanku
    1. Sub Tema 1: Kegiatan Pagi Hari
    2. Sub Tema 2: Kegiatan Siang Hari
    3. Sub Tema 3: Kegiatan Sore Hari
    4. Sub Tema 4: Kegiatan Malam Hari
    Tema 4 : Keluargaku
    1. Sub Tema 1: Anggota Keluargaku
    2. Sub Tema 2: Kegiatan Keluargaku
    3. Sub Tema 3: Keluarga Besarku
    4. Sub Tema 4: Kebersamaan Dalam Keluarga
    Tema 5 : Pengalamanku
    1. Sub Tema 1: Pengalaman Masa Kecil
    2. Sub Tema 2: Pengalaman Bersama Teman
    3. Sub Tema 3: Pengalaman di Sekolah
    4. Sub Tema 4: Pengalaman Yang Berkesan
    Tema 6 : Lingkungan Bersih, Sehat, dan Asri
    1. Sub tema 1: Lingkungan Rumahku
    2. Sub tema 2: Lingkungan Sekitar Rumahku
    3. Sub tema 3: Lingkungan Sekolahku
    4. Sub tema 4: Bekerja Sama Menjaga Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan
    Tema 7 : Benda, Hewan, dan Tanaman di Sekitarku
    1. Sub tema 1: Benda Hidup dan Tak Hidup di Sekitarku
    2. Sub tema 2: Hewan di Sekitarku
    3. Sub tema 3: Tumbuhan di Sekitarku
    4. Sub tema 4: Bentuk, Warna, Ukuran, dan Permukaan Benda
    Tema 8 : Peristiwa Alam
    1. Sub tema 1: Cuaca
    2. Sub tema 2: Musim Kemarau
    3. Sub tema 3: Musim Penghujan
    4. Sub tema 4: Bencana Alam
    Bonus Penting
    1. Permen Kurikulum 2013
    2. Bahan Kurikulum 2013
    3. Dokumen Kurikulum 2013
    4. Diklat Kurikulum 2013
    5. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
    6. dan lain – lain

      Silahkan cek harga di halaman Produk dan Harga di atas

      Lanjutkan baca →

      Konflik Antara Guru dengan Wali Murid

      Mungkin jarang kita dengar konflik antara guru dengan orang tua/ wali murid, tidak sedikit yang berakhir dengan tidak baik bahkan sampai ke ranah hukum segala. Hal ini tentu sangat disayangkan sekali. Ada banyak hal yang bisa terjadi yang dapat memicu pertikaian atau konflik antara guru dengan wali murid, biasanya adalah sikap guru yang kurang disenangi oleh wali murid atau wali murid yang salah faham dengan guru, sikap guru yang dianggap siswa terlalu keras dan mengintimidasinya sehingga dia mengadu ke orang tuanya lebih parahnya lagi kalau laporannya dilebih-lebihkan dan banyak lagi hal lain yang dapat terjadi yang mengakibatkan ada konflik. Semua harus kita perhatikan dengan seksama, jangan sampai terjadi lagi hal-hal yang dapat merugikan semua pihak.

      Mungkin konflik antara guru dengan wali murid ini bisa kita minimalisir  dengan adanya kerjasama dan sikap kekeluargaan antara guru dengan wali murid dan dengan warga sekolah lainnya. Demi terciptanya kondisi lingkungan pendidikan yang mendukung siswa dapat belajar dengan baik dan nyaman.

      Konflik Antara Guru dengan Wali Murid


      Lanjutkan baca →

      Pemerintah Hapus Ujian Nasional SD Mulai Tahun Ajaran 2013/2014

      Kabar yang menggembirakan untuk anak-anak sekolah dasar bahwa mulai tahun ajaran 2013/2014 Ujian Nasional (UN) tingkat SD akan dihapus oleh pemerintah. Keputusan ini sudah ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 7 Mei 2013 lalu. Penghapusan UN ini akan berlaku hingga tujuh tahun mendatang. Sebagai mana yang di muat di situs resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia sebagai berikut:

      Terkait dengan akan dilaksanakannya Kurikulum Baru pada 2013 (Kurikulum 2013), pemerintah melakukan perombakan yang cukup besar terhadap Standar Nasional Pendidikan, di antaranya dengan meniadakan Ujian Nasional (UN) Tingkat Sekolah Dasar (SD) dan sederajat (MI/SDLB), dan pelaksanaan Kurikulum Baru yang berbasis kompetensi secara bertahap hingga 7 (tujuh) tahun  mendatang.

      Ketentuan itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang telah ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 7 Mei 2013 lalu.

      Dalam PP ini dijelaskan, lingkup Standar Nasional Pendidikan meliputi Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan, dan Standar Penilaian Pendidikan. “Standar Nasional Pendidikan digunakan sebagai acuan Pengembangan kurikulum untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional,” bunyi Pasal 2 Ayat (1a) PP tersebut.

      Standar Kompetensi Lulusan digunakan sebagai acuan Pengembangan Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian Pendidikan, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, dan Standar Pembiayaan. “Standar Isi dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan ditetapkan dengan Peraturan Menteri,” bunyi Pasal 5 Ayat (4). Pada PP terdahulu tidak ada kata-kata BSNP.

      Menyangkut Materi Pendidikan sebagai bagian dari Standar Isi dalam Standar Nasional Pendidikan, PP ini menegaskan bahwa ruang lingkup materi  dirumuskan berdasarkan kriteria: a. Muatan wajib yang ditetapkan dalam ketentuan perundang-undangan; b. Konsep keilmuan; dan c. Karakteristik satuan pendidikan dan program pendidikan.

      Sementara Tingkat Kompetensi dirumuskan berdasarkan kriteria: a. Tingkat perkembangan Peserta Didik; b. Kualifikasi Kompetensi Indonesia; dan c. Pengusaan Kompetensi yang berjenjang.

      PP ini secara tegas menghapus Ketentuan Pasal 6 sampai dengan Pasal 18 pada PP No. 19 Tahun 2005 yang di antaranya berisi tentang: a. Pengelompokan mata pelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah (misalnya agama, kewarganeraan, pendidikan jasmani, dsb); b. Pengaturan kurikulum untuk agama, ilmu pengetahuan dan tehnologi; c. Ketentuan mengenai beban belajar; d. Pelaksanaan pendidikan berbasis keunggulan lokal; dan e. Pengembangan kurikulum pada masing-masing satuan pendidikan.

      Menyangkut pengadaan Buk Teks Pelajaran, Pasal 43 Ayat (5a) Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 ini menegaskan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan akan menetapkan buku tersebut sebagai sumber utama belajar dan Pembelajaran setelah ditelaah dan/atau dinilai oleh BSNP atau tim yang dibentuk oleh Menteri.

      Hapus UN SD

      Hal penting lain dalam Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 ini adalah menyangkut ketentuan penilaian hasil belajar. PP ini hanya menegaskan bahwa penilaian hasil belajar digunakan untuk: a. Menilai pencapaian Kompetensi Peserta Didik; b. Bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar; dan c. Memperbaiki proses pembelajaran. “Ketentuan lebih lanjut mengenai penilaian hasil belajar oleh pendidikan diatur dengan Peraturan Menteri,” bunyi Pasal 64 Ayat (2e) PP No. 32/2013 ini.

      Adapun ketentuan mengenai penilaian pada mata pelajaran Agama, Ahlak Mulia, Kewarga Negara, Ilmu Pengetahuan, Estetika, Jasmani dan Olahraga, serta Kesehatan yang tertuang dalam Pasal 64 Ayat (3,4,5,6,dan 7) PP No. 19/2005 dinyatakan dihapus.

      Menurut PP ini, Pemerintah menugaskan BSNP untuk menyelanggarakan Ujian Nasional yang diikuti Peserta Didik pada setiap satuan pendidikan jalur formal pendidikan dasar dan menengah, dan jalur nonformal kesetaraan.

      “Ujian Nasional untuk satuan pendidikan jalur formal pendidikan dasar sebagaimana dimaksud, dikecualikan untuk SD/MI/SDLB atau bentuk lain yang sederajat,” bunyi Pasal 67 Ayat (1a) PP No. 32/2013 ini.
      Pada Pasal 69 PP ini disebutkan,  bahwa setiap Peserta Didik jalur pendidikan formal pendidikan dasar dan menengah dan jalur pendidikan nonformal kesetaraan berhak mengikuti Ujian Nasional, dan berhak mengulanginya sepanjang belum dinyatakan lulus, serta kewajiban bagi Peserta Didik untuk mengikuti satu kali Ujian Nasional tanpa dipungut biaya. Namun pada Ayat (2a) Pasal 69 PP itu ditegaskan, Peserta Didik SD/MI/SDLB atau bentuk lain yang sederajat dikecualikan dari ketentuan mengikuti Ujian Nasional itu.

      Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 ini bahkan secara tegas menghapus ketentuan Pasal 70 Ayat (1,2) PP No. 19/2005, yang didalamnya disebutkan mengenai materi Ujian Nasional tingkat SD dan sederajat, yang sebelumnya mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matemika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

      Menurut Pasal 72 Ayat (1) PP ini, Peserta Didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: a. Menyelesaikan seluruh program Pembelajaran; b. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran; c. Lulus ujian sekolah/madrasah; dan d. Lulus Ujian Nasional.

      Khusus Peserta Didik dari SD/MI/SDLB atau bentuk lain yang sederajat, menurut Pasal 72 Ayat (1a) PP ini,  dinyatakan lulus setelah memenuhi ketentuan pada Ayat (1) huruf a, b, dan c (tidak ada kata-kata lulus Ujian Nasional, red).

      “Kelulusan Peserta Didik dari satuan pendidikan ditetapkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan sesuai dengan kriteria yang dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan dengan Peraturan Menteri,” bunyi Pasal 72 Ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 ini.

      Menurut PP ini pula, ketentuan pengecualian Ujian Nasional SD/MI/SDLB atau bentuk lain yang sederajat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 67 Ayat (1a) berlaku sejak tahun ajaran 2013/2014.
      (Pusdatin/ES)
      sumber : http://setkab.go.id/berita-8631-mulai-tahun-ajaran-20132014-pemerintah-hapus-ujian-nasional-sd.html

      Lanjutkan baca →