Mohon perhatian!!! Sebelum Anda memesan, silahkan cek terlebih dahulu produk yang tersedia di halaman PRODUK dan HARGA

ALT_IMG

CD RPP, Silabus SD Kurikulum 2013

Dapatkan RPP, Silabus, Kurikulum 2013 pembelajaran tematik integrasi dan perangkat lainnya dalam bentuk CD dengan harga terjangkau. Anda tidak perlu repot-repot membuang waktu untuk mendownload lagi Selengkapnya ....

ALT_IMG

CD RPP MTK Kelas VII SMP Kurikulum 2013

Dapatkan RPP Kurikulum 2013, Silabus, SK KD, PROTA, PROMES, KKM, Pemetaan SKKD dan perangkat lainnya dalam bentuk CD dengan harga terjangkau. Anda tidak perlu repot-repot membuang waktu untuk mendownload lagi Selengkapnya..

Alt img

CD RPP, Silabus SMA Berkarakter

Dapatkan RPP, Silabus, SK KD, PROTA, PROMES, KKM, Pemetaan SKKD dan perangkat lainnya dalam bentuk CD dengan harga terjangkau. Anda tidak perlu repot-repot membuang waktu untuk mendownload lagi Selengkapnya..

ALT_IMG

CD RPP, Silabus SMK Berkarakter

Dapatkan RPP, Silabus, SK KD dan perangkat lainnya dalam bentuk CD dengan harga terjangkau. Anda tidak perlu repot-repot membuang waktu untuk mendownload lagi Selengkapnya..

ALT_IMG

Tata Cara Ibadah Haji

Jika Anda sudah berniat untuk melaksanakan Ibadah Haji, maka Anda harus mengetahui, syarat, rukun, dan larangan haji agar Anda terhindar dari segala larangan dan mendapatkan Ibadah haji yang mambrur dan mendapatkan Ridha Allah SWT. Selengkapnya...

ALT_IMG

Daftar Isi Blog

Kalo Anda kesulitan mencari tip RPP klik saja Daftar ISI agar Anda bisa lebih cepat mencarinya Selengkapnya...

ALT_IMG

Akomodasi Perhotelan Berkarakter

Dapatkan RPP Akomodasi Perhotelan dalam bentuk CD dengan harga terjangkau. Anda tidak perlu repot-repot membuang waktu untuk mendownload lagi .... Selengkapnya...

ALT_IMG

RPP Silabus Berkarakter SD, SMP, SMA

Dapatkan RPP, Silabus, SK KD, PROTA, PROMES, KKM, Pemetaan SKKD dan perangkat lainnya dalam bentuk CD dengan harga terjangkau. Anda tidak perlu repot-repot membuang waktu untuk mendownload lagi Selengkapnya ....

Karakter Anak Usia SD

Mengajar anak didik harus bisa memahami karakter mereka agar mereka dapat memahamai maksud dan tujuan pelajaran yang disampaikan oleh sang guru. Bagi Bapak/ibu guru yang kebetulan mengajar di Sekolah Dasar, pada posting kali ini saya ingin berbagai beberapa karakter anak usia Sekolah Dasar.

Karakteristiknya antara lain:
1. Senang bermain
Maksudnya dalam usia yang masih dini anak cenderung untuk ingin bermain dan menghabiskan waktunya hanya untuk bermain karena anak masih polos yang dia tahu hanya bermain maka dari itu agar tidak megalami masa kecil kurang bahagia anak tidak boleh dibatasi dalam bermain. Sebagai calon guru SD kita harus mengetahui karakter anak sehingga dalam penerapan metode atau model pembelajaran bisa sesuai
dan mencapai sasaran, misalnya model pembelajran yang santai namun serius, bermain sambil belajar, serta dalam menyusun jadwal pelajaran yang berat(IPA, matematika dll.) dengan diselingi pelajaran yang ringan(keterampilan, olahraga dll.)

2. Senang bergerak
Anak senang bergerak maksudnya dalam masa pertumbuhan fisik dan mentalnya anak menjadi hiperaktif lonjak kesana kesini bahkan seperti merasa tidak capek mereka tidak mau diam dan duduk saja menurut pengamatan para ahli anak duduk tenang paling lama sekitar 30 menit. Oleh karena itu, kita sebagai calon guru hendaknya merancang model pembelajaran yang memungkinkan anak berpindah atau bergerak.
Mungkin dengan permaianan, olahraga dan lain sebagainya.

3. Senang bekerja dalam kelompok
Anak senang bekerja dalam kelompok maksudnya sebagai seorang manusia, anak-anak juga mempunyai insting sebagai makhluk social yang bersosialisasi dengan orang lain terutama teman sebayanya, terkadang mereka membentuk suatu kelomppok tertentu untuk bermain. Dalam kelompok tersebut anak dapat belajar memenuhi aturan aturan kelompok, belajar setia kawan, belajar tidak tergantung pada diterimanya
dilingkungan, belajar menerimanya tanggung jawab, belajar bersaing dengan orang lain secara sehat (sportif), mempelajarai olah raga, belajar keadilan dan demokrasi. Hal ini dapat membawa implikasi buat kita sebagai calon guru agar menetapkan metode atau model belajar kelompok agar anak mendapatkan pelajaran
seperti yang telah disebutkan di atas, guru dapat membuat suatu kelompok kecil misalnya 3-4 anak agar lebih mudah mengkoordinir karena terdapat banyak perbedaan pendapat dan sifat dari anak-anak tersebut dan mengurangi pertengkaran antar anak dalam satu kelompok. Kemudian anak tersebut diberikan tugas untuk mengerjakannya bersama, disini anak harus bertukar pendapat anak menjadi lebih menghargai
pendapat orang lain juga.

4. Senang merasakan/ melakukan sesuatu secara langsung
Ditinjau dari teori perkembangan kognitif, anak SD memasuki tahap operasional konkret. Dari apa yang dipelajari di sekolah, ia belajar menghubungkan konsep konsep baru dengan konsep-konsep lama. Jadi dalam pemahaman anak SD semua materi atau pengetahuan yang diperoleh harus dibuktikan dan dilaksanakan sendiri agar mereka bisa paham dengan konsep awal yang diberikan. Berdasarkan pengalaman ini, siswa membentuk konsep-konsep tentang angka, ruang, waktu, fungsi-fungsi badan, pera jenis kelamin, moral, dan sebagainya. Dengan demikian kita sebagai calon guru hendaknya merancang model pembelajaran yang memungkinkan anak terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Sebagai contoh anak akan lebih memahami tentang arah mata angina, dengan cara membawa anak langsung keluar kelas, kemudian menunjuk langsung setiap arah angina, bahkan dengan sedikit menjulurkan lidah akan diketahui secara persis dari arah mana angina saat itu bertiup.

5. Anak cengeng
Pada umur anak SD, anak masih cengeng dan manja. Mereka selalu ingin diperhatikan dan dituruti semua keinginannya mereka masih belum mandiri dan harus selalu dibimbing. Di sini sebagai calon guru SD maka kita harus membuat metode pembelajaran tutorial atau metode bimbingan agar kita dapat selalu membmbing dan mengarahkan anak, membentuk mental anak agar tidak cengeng.

6. Anak sulit memahami isi pembicaraan orang lain
Pada pendidikan dasar yaitu SD, anak susah dalam memahami apa yang diberikan guru, disini guru harus dapat membuat atau menggunakan metode yang tepat misalnya dengan cara metode ekperimen agar anak dapat memahami pelajaran yang diberikan dengan menemukan sendiri inti dari pelajaran yang diberikan sedangkan dengan ceramah yang dimana guru Cuma berbicara didepan membuat anak malah tidak memahami isi dari apa yang dibicarakan oleh gurunya.

7. Senang diperhatikan
Di dalam suatu interaksi social anak biasanya mencari perhatian teman atau gurunya mereka senang apabila orang lain memperhatikannya, dengan berbagai cara dilakukan agar orang memperhatikannya. Di sini peran guru untuk mengarahkan perasaan anak tersebut dengan menggunakan metode tanya jawab misalnya, anak yang ingin diperhikan akan berusaha menjawab atau bertantya dengan guru agar anak lain beserta guru memperhatikannya.

8. Senang meniru
Dalam kehidupan sehari hari anak mencari suatu figur yang sering dia lihat dan dia temui. Mereka kemudian menirukan apa yang dilakukan dan dikenakan orang yang ingin dia tiru tersebut. Dalam kehidupan nyata banyak anak yang terpengaruh acara televisi dan menirukan adegan yang dilakukan disitu, misalkan acara smack down yang dulu ditayangkan sekarang sudah ditiadakan karena ada berita anak yang melakukan gerakan dalam smack down pada temannya, yang akhirnya membuat temannya terluka. Namun sekarang acara televisi sudah dipilah-pilah utuk siapa acara itu ditonton sebagai calon guru kita hanya dapat mengarahkan orang tua agar selalu mengawasi anaknya saat dirumah. Contoh lain yang biasanya ditiru adalah seorang guru yang menjadi pusat perhatian dari anak didiknya. Kita sebagai calon guru harus menjaga tindakan, sikap, perkataan, penampilan yang bagus dan rapi agar dapat memberikan contoh yang baik untuk anak didik kita.

Lanjutkan baca →

Kesalahan dalam Mendidik Anak yang Harus Diwaspadai

Mendidik adalah sebuah tugas dan kewajiban sebagai orang tua atau seorang guru. Anak adalah titipan yang senantiasa harus dijaga dan didik serta diarahkan ke jalan yang benar. Namun jika mendidik dengan cara yang salah, atau melakukan kesalahan dalam mendidik Anak, maka akan berpengaruh buruk pada anak didik tersebut.

Ada banyak macam kesalahan yang semestinya tidak terjadi dalam mendidik. Diantaraya ada 10 kesalahan yang dirangkum oleh Club Curhat muslim dalam facebooknya sebagai berikut:

Anak adalah amanah bagi kedua orang tuanya. Maka, kita sebagai orang tua bertanggung jawab terhadap amanah ini. Tidak sedikit kesalahan dan kelalaian dalam mendidik anak telah menjadi fenomena yang nyata. Sungguh merupakan malapetaka besar ; dan termasuk menghianati amanah Allah.Adapun rumah, adalah sekolah pertama bagi anak. Kumpulan dari beberapa rumah itu akan membentuk sebuah bangunan masyarakat. Bagi seorang anak, sebelum mendapatkan pendidikan di sekolah dan masyarakat, ia akan mendapatkan pendidikan di rumah dan keluarganya. Ia merupakan prototype kedua orang tuanya dalam berinteraksi sosial. Oleh karena itu, disinilah peran dan tanggung jawab orang tua, dituntut untuk tidak lalai dalam mendidik anak-anak.



BAHAYA LALAI DALAM MENDIDIK ANAK

Orang tua memiliki hak yang wajib dilaksanakan oleh anak-anaknya. Demikian pula anak, juga mempunyai hak yang wajib dipikul oleh kedua orang tuanya. Disamping Allah memerintahkan kita untuk berbakti kepada kedua orang tua. Allah juga memerintahkan kita untuk berbuat baik (ihsan) kepada anak-anak serta bersungguh-sungguh dalam mendidiknya. Demikian ini termasuk bagian dari menunaikan amanah Allah. Sebaliknya, melalaikan hak-hak mereka termasuk perbuatan khianat terhadap amanah Allah. Banyak nash-nash syar’i yang mengisyaratkannya. Allah berfirman.

“Artinya : Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya” [An-Nisa : 58]

“Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhamamd) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui” [Al-Anfal : 27]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung jawaban terhadap yang dipimpin. Maka, seorang imam adalah pemimpin dan bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya. Seorang suami adalah pemimpin bagi keluarganya dan bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya” [Hadits Riwayat Al-Bukhari]

“Artinya : Barangsiapa diberi amanah oleh Allah untuk memimpin lalu ia mati (sedangkan pada) hari kematiannya dalam keadaan mengkhianati amanahnya itu, niscaya Allah mengharamkan sorga bagianya” [Hadits Riwayat Al-Bukhari]


SEPULUH KESALAHAN DALAM MEDIDIK ANAK

Meskipun banyak orang tua yang mengetahui, bahwa mendidik anak merupakan tanggung jawab yang besar, tetapi masih banyak orang tua yang lalai dan menganggap remeh masalah ini. Sehingga mengabaikan masalah pendidikan anak ini, sedikitpun tidak menaruh perhatian terhadap perkembangan anak-anaknya.


Baru kemudian, ketika anak-anak berbuat durhaka, melawan orang tua, atau menyimpang dari aturan agama dan tatanan sosial, banyak orang tua mulai kebakaran jenggot atau justru menyalahkan anaknya. Tragisnya, banyak yang tidak sadar, bahwa sebenarnya orang tuanyalah yang menjadi penyebab utama munculnya sikap durhaka itu.

Lalai atau salah dalam mendidik anak itu bermacam-macam bentuknya ; yang tanpa kita sadari memberi andil munculnya sikap durhaka kepada orang tua, maupun kenakalan remaja.

Berikut ini sepuluh bentuk kesalahan yang sering dilakukan oleh orang tua dalam mendidik anak-anaknya.

[1]. Menumbuhkan Rasa Takut Dan Minder Pada Anak

Kadang, ketika anak menangis, kita menakut-nakuti mereka agar berhenti menangis. Kita takuti mereka dengan gambaran hantu, jin, suara angin dan lain-lain. Dampaknya, anak akan tumbuh menjadi seorang penakut : Takut pada bayangannya sendiri, takut pada sesuatu yang sebenarnya tidak perlu ditakuti. Misalnya takut ke kamar mandi sendiri, takut tidur sendiri karena seringnya mendengar cerita-cerita tentang hantu, jin dan lain-lain.

Dan yang paling parah tanpa disadari, kita telah menanamkan rasa takut kepada dirinya sendiri. Atau misalnya, kita khawatir ketika mereka jatuh dan ada darah di wajahnya, tangan atau lututnya. Padahal semestinya, kita bersikap tenang dan menampakkan senyuman menghadapi ketakutan anak tersebut. Bukannya justru menakut-nakutinya, menampar wajahnya, atau memarahinya serta membesar-besarkan masalah. Akibatnya, anak-anak semakin keras tangisnya, dan akan terbiasa menjadi takut apabila melihat darah atau merasa sakit.


[2]. Mendidiknya Menjadi Sombong, Panjang Lidah, Congkak Terhadap Orang Lain. Dan Itu Dianggap Sebagai Sikap Pemberani.

Kesalahan ini merupakan kebalikan point pertama. Yang benar ialah bersikap tengah-tengah, tidak berlebihan dan tidak dikurang-kurangi. Berani tidak harus dengan bersikap sombong atau congkak kepada orang lain. Tetapi, sikap berani yang selaras tempatnya dan rasa takut apabila memang sesuatu itu harus ditakuti. Misalnya : takut berbohong, karena ia tahu, jika Allah tidak suka kepada anak yang suka berbohong, atau rasa takut kepada binatang buas yang membahayakan. Kita didik anak kita untuk berani dan tidak takut dalam mengamalkan kebenaran.


[3]. Membiasakan Anak-Anak Hidup Berfoya-foya, Bermewah-mewah Dan Sombong.

Dengan kebiasaan ini, sang anak bisa tumbuh menjadi anak yang suka kemewahan, suka bersenang-senang. Hanya mementingkan dirinya sendiri, tidak peduli terhadap keadaan orang lain. Mendidik anak seperti ini dapat merusak fitrah, membunuh sikap istiqomah dalam bersikap zuhud di dunia, membinasakah muru’ah (harga diri) dan kebenaran.


[4]. Selalu Memenuhi Permintaan Anak

Sebagian orang tua ada yang selalu memberi setiap yang diinginkan anaknya, tanpa memikirkan baik dan buruknya bagi anak. Padahal, tidak setiap yang diinginkan anaknya itu bermanfaat atau sesuai dengan usia dan kebutuhannya. Misalnya si anak minta tas baru yang sedang trend, padahal baru sebulan yang lalu orang tua membelikannya tas baru. Hal ini hanya akan menghambur-hamburkan uang. Kalau anak terbiasa terpenuhi segala permintaanya, maka mereka akan tumbuh menjadi anak yang tidak peduli pada nilai uang dan beratnya mencari nafkah. Serta mereka akan menjadi orang yang tidak bisa membelanjakan uangnya dengan baik.


[5]. Selalu Memenuhi Permintaan Anak

Ketika Menangis, Terutama Anak Yang Masih Kecil.
Sering terjadi, anak kita yang masih kecil minta sesuatu. Jika kita menolaknya karena suatu alasan, ia akan memaksa atau mengeluarkan senjatanya, yaitu menangis. Akhirnya, orang tua akan segera memenuhi permintaannya karena kasihan atau agar anak segera berhenti menangis. Hal ini dapat menyebabkan sang anak menjadi lemah, cengeng dan tidak punya jati diri.


[6]. Terlalu Keras Dan Kaku Dalam Menghadapi Mereka, Melebihi Batas Kewajaran.

Misalnya dengan memukul mereka hingga memar, memarahinya dengan bentakan dan cacian, ataupun dengan cara-cara keras lainnya. Ini kadang terjadi ketika sang anak sengaja berbuat salah. Padahal ia (mungkin) baru sekali melakukannya.


[7]. Terlalu Pelit Pada Anak-Anak, Melebihi Batas Kewajaran

Ada juga orang tua yang terlalu pelit kepada anak-anaknya, hingga anak-anaknya merasa kurang terpenuhi kebutuhannya. Pada akhirnya mendorong anak-anak itu untuk mencari uang sendiri dengan bebagai cara. Misalnya : dengan mencuri, meminta-minta pada orang lain, atau dengan cara lain. Yang lebih parah lagi, ada orang tua yang tega menitipkan anaknya ke panti asuhan untuk mengurangi beban dirinya. Bahkan, ada pula yang tega menjual anaknya, karena merasa tidak mampu membiayai hidup. Naa’udzubillah mindzalik


[8]. Tidak Mengasihi Dan Menyayangi Mereka, Sehingga Membuat Mereka Mencari Kasih Sayang Diluar Rumah Hingga Menemukan Yang Dicarinya.

Fenomena demikian ini banyak terjadi. Telah menyebabkan anak-anak terjerumus ke dalam pergaulan bebas –waiyadzubillah-. Seorang anak perempuan misalnya, karena tidak mendapat perhatian dari keluarganya ia mencari perhatian dari laki-laki di luar lingkungan keluarganya. Dia merasa senang mendapatkan perhatian dari laki-laki itu, karena sering memujinya, merayu dan sebagainya. Hingga ia rela menyerahkan kehormatannya demi cinta semu.


[9]. Hanya Memperhatikan Kebutuhan Jasmaninya Saja.

Banyak orang tua yang mengira, bahwa mereka telah memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Banyak orang tua merasa telah memberikan pendidikan yang baik, makanan dan minuman yang bergizi, pakaian yang bagus dan sekolah yang berkualitas. Sementara itu, tidak ada upaya untuk mendidik anak-anaknya agar beragama secara benar serta berakhlak mulia. Orang tua lupa, bahwa anak tidak cukup hanya diberi materi saja. Anak-anak juga membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Bila kasih sayang tidak di dapatkan dirumahnya, maka ia akan mencarinya dari orang lain.


[10]. Terlalu Berprasangka Baik Kepada Anak-Anaknya

Ada sebagian orang tua yang selalu berprasangka baik kepada anak-anaknya. Menyangka, bila anak-anaknya baik-baik saja dan merasa tidak perlu ada yang dikhawatirkan, tidak pernah mengecek keadaan anak-anaknya, tidak mengenal teman dekat anaknya, atau apa saja aktifitasnya. Sangat percaya kepada anak-anaknya. Ketika tiba-tiba, mendapati anaknya terkena musibah atau gejala menyimpang, misalnya terkena narkoba, barulah orang tua tersentak kaget. Berusaha menutup-nutupinya serta segera memaafkannya. Akhirnya yang tersisa hanyalan penyesalan tak berguna.

Demikianlah sepuluh kesalahan yang sering dilakukan orang tua. Yang mungkin kita juga tidak menyadari bila telah melakukannya. Untuk itu, marilah berusaha untuk terus menerus mencari ilmu, terutama berkaitan dengan pendidikan anak, agar kita terhindar dari kesalahan-kesalahan dalam mendidik anak, yang bisa menjadi fatal akibatnya bagi masa depan mereka. Kita selalu berdo’a, semoga anak-anak kita tumbuh menjadi generasi shalih dan shalihah serta berakhlak mulia.
Wallahu a’lam bishshawab.

[Disadur oleh Ummu Shofia dari kitab At-Taqshir Fi Tarbiyatil Aulad, Al-Mazhahir Subulul Wiqayati Wal Ilaj, Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd]
Lanjutkan baca →

RPP MTs Berkarakter Terbaru

RPP MTs Berkarakter dengan Ekplorasi, Elaborasi dan Konfirmasi, kami sediakan untuk Anda Bapak/Ibu guru yang mengajar di Madrasah Tsanawiyah khususnya mata pelajaran MTs berikut, dalam RPP MTs Berkarakter yang kami bundel dalam CD RPP MTs ini disertai silabus, KKM, SKKD, Pemetaan, Promes dan Prota.

Sudah menjadi kewajiban seorang guru menyampaikan ilmu kepada anak didik dengan terencana, selain itu juga guru diharuskan memiliki bukti profesionalnya sebagai tenaga pengajar, maka oleh karena itu perangkat pembelajaran seperti RPP silabus dan lainnya harus dipegang oleh guru sebagai bukti bahwa guru benar-benar menjadi seorang Tenaga Pengajar (PTK). Maka dari itu kami ingin membantu menyiapkan perangkan pembelajaran tersebut untuk Anda.
http://www.rpp-silabus.com/p/rpp-dan-silabus-mts-berkarakter.html

Adapun daftar mata pelajaran yang ada di dalamnya adalah:
  1. RPP Aqidah Akhlak Berkarakter
  2. RPP Quran Hadits Berkarakter
  3. RPP SKI Berkarakter
  4. RPP Fiqih Berkarakter
  5. RPP Bahasa Arab Berkarakter
Selain File-file di atas, disertai juga Mata pelajaran lainnya yaitu:

  1. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Berkarakter [EEK]
  2. Mata Pelajaran Bahasa Inggris Berkarakter [EEK]
  3. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Berkarakter [EEK]
  4. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Berkarakter [EEK]
  5. Mata Pelajaran Matematika Berkarakter [EEK]
  6. Mata Pelajaran Agama Islam Berkarakter [EEK]
  7. Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) Berkarakter [EEK]
  8. Mata Pelajaran Seni Budaya Keterampilan (SBK) Berkarakter [EEK]
  9. Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) Berkarakter [EEK]
  10. Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Berkarakter [EEK]
Setiap mata pelajaran sudah lengkap dengan rpp, silabus, promes, prota, kkm, skkd, pemetann mulai kelas VII, VIII dan IX, semester 1 dan 2.

Anda bisa mendapatkan CD ini hanya dengan Rp.125.000,-

Untuk lebih lengkapnya silahkan Anda lihat di halaman CD RPP MTs Berkarakter

Jangan lupa baca cara pemesanan agar lebih jelas lagi.



Lanjutkan baca →

RPP SD / MI Kurikulum 2013 Kelas 1

RPP-Silabus.com - Bagi ibu bapak guru yang sedang mencari RPP dan silabus serta perangkan pembelajaran lainnya untuk SD atau MI, Mulai kelas 1 s/d kelas 6 Semester 1 dan dua. Anda tidak perlu repot lagi membuatnya karena kami ingin membantu Anda dalam membuatnya untuk Anda.

Mohon maaf kepada Bapak/Ibu guru yang sudah lama menunggu kehadiran RPP dan Silabus Kurikulum 2013 ini. Kami baru bisa menyediakannya baru-baru ini. Kami baru bisa menyediakan RPP kurikulum 2013 untuk tingkat SD/MI dan untuk RPP Silabus kurikulum 2013 untuk tingkat SMP, SMA, serta SMK akan kami beritahukan kembali kepada Anda.

RPP SD / MI Kelas 1 Termasuk di dalamnya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kurikulum 2013, Silabus Pembelajaran Integrasi dan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar (KI – KD): 
    Tema 1 : Diriku
    1. Sub Tema 1: Aku dan Teman Baru
    2. Sub Tema 2: Tubuhku
    3. Sub Tema 3: Aku Merawat Tubuhku
    4. Sub Tema 4: Aku Istimewa
    Tema 2: Kegemaranku
    1. Sub Tema 1: Gemar Berolahraga
    2. Sub Tema 2: Gemar Bernyanyi dan Menari
    3. Sub Tema 3: Gemar Menggambar
    4. Sub Tema 4: Gemar Membaca
    Tema 3: Kegiatanku
    1. Sub Tema 1: Kegiatan Pagi Hari
    2. Sub Tema 2: Kegiatan Siang Hari
    3. Sub Tema 3: Kegiatan Sore Hari
    4. Sub Tema 4: Kegiatan Malam Hari
    Tema 4 : Keluargaku
    1. Sub Tema 1: Anggota Keluargaku
    2. Sub Tema 2: Kegiatan Keluargaku
    3. Sub Tema 3: Keluarga Besarku
    4. Sub Tema 4: Kebersamaan Dalam Keluarga
    Tema 5 : Pengalamanku
    1. Sub Tema 1: Pengalaman Masa Kecil
    2. Sub Tema 2: Pengalaman Bersama Teman
    3. Sub Tema 3: Pengalaman di Sekolah
    4. Sub Tema 4: Pengalaman Yang Berkesan
    Tema 6 : Lingkungan Bersih, Sehat, dan Asri
    1. Sub tema 1: Lingkungan Rumahku
    2. Sub tema 2: Lingkungan Sekitar Rumahku
    3. Sub tema 3: Lingkungan Sekolahku
    4. Sub tema 4: Bekerja Sama Menjaga Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan
    Tema 7 : Benda, Hewan, dan Tanaman di Sekitarku
    1. Sub tema 1: Benda Hidup dan Tak Hidup di Sekitarku
    2. Sub tema 2: Hewan di Sekitarku
    3. Sub tema 3: Tumbuhan di Sekitarku
    4. Sub tema 4: Bentuk, Warna, Ukuran, dan Permukaan Benda
    Tema 8 : Peristiwa Alam
    1. Sub tema 1: Cuaca
    2. Sub tema 2: Musim Kemarau
    3. Sub tema 3: Musim Penghujan
    4. Sub tema 4: Bencana Alam
    Bonus Penting
    1. Permen Kurikulum 2013
    2. Bahan Kurikulum 2013
    3. Dokumen Kurikulum 2013
    4. Diklat Kurikulum 2013
    5. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
    6. dan lain – lain

      Silahkan cek harga di halaman Produk dan Harga di atas

      Lanjutkan baca →

      Konflik Antara Guru dengan Wali Murid

      Mungkin jarang kita dengar konflik antara guru dengan orang tua/ wali murid, tidak sedikit yang berakhir dengan tidak baik bahkan sampai ke ranah hukum segala. Hal ini tentu sangat disayangkan sekali. Ada banyak hal yang bisa terjadi yang dapat memicu pertikaian atau konflik antara guru dengan wali murid, biasanya adalah sikap guru yang kurang disenangi oleh wali murid atau wali murid yang salah faham dengan guru, sikap guru yang dianggap siswa terlalu keras dan mengintimidasinya sehingga dia mengadu ke orang tuanya lebih parahnya lagi kalau laporannya dilebih-lebihkan dan banyak lagi hal lain yang dapat terjadi yang mengakibatkan ada konflik. Semua harus kita perhatikan dengan seksama, jangan sampai terjadi lagi hal-hal yang dapat merugikan semua pihak.

      Mungkin konflik antara guru dengan wali murid ini bisa kita minimalisir  dengan adanya kerjasama dan sikap kekeluargaan antara guru dengan wali murid dan dengan warga sekolah lainnya. Demi terciptanya kondisi lingkungan pendidikan yang mendukung siswa dapat belajar dengan baik dan nyaman.

      Konflik Antara Guru dengan Wali Murid


      Lanjutkan baca →

      Pemerintah Hapus Ujian Nasional SD Mulai Tahun Ajaran 2013/2014

      Kabar yang menggembirakan untuk anak-anak sekolah dasar bahwa mulai tahun ajaran 2013/2014 Ujian Nasional (UN) tingkat SD akan dihapus oleh pemerintah. Keputusan ini sudah ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 7 Mei 2013 lalu. Penghapusan UN ini akan berlaku hingga tujuh tahun mendatang. Sebagai mana yang di muat di situs resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia sebagai berikut:

      Terkait dengan akan dilaksanakannya Kurikulum Baru pada 2013 (Kurikulum 2013), pemerintah melakukan perombakan yang cukup besar terhadap Standar Nasional Pendidikan, di antaranya dengan meniadakan Ujian Nasional (UN) Tingkat Sekolah Dasar (SD) dan sederajat (MI/SDLB), dan pelaksanaan Kurikulum Baru yang berbasis kompetensi secara bertahap hingga 7 (tujuh) tahun  mendatang.

      Ketentuan itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang telah ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 7 Mei 2013 lalu.

      Dalam PP ini dijelaskan, lingkup Standar Nasional Pendidikan meliputi Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan, dan Standar Penilaian Pendidikan. “Standar Nasional Pendidikan digunakan sebagai acuan Pengembangan kurikulum untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional,” bunyi Pasal 2 Ayat (1a) PP tersebut.

      Standar Kompetensi Lulusan digunakan sebagai acuan Pengembangan Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian Pendidikan, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, dan Standar Pembiayaan. “Standar Isi dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan ditetapkan dengan Peraturan Menteri,” bunyi Pasal 5 Ayat (4). Pada PP terdahulu tidak ada kata-kata BSNP.

      Menyangkut Materi Pendidikan sebagai bagian dari Standar Isi dalam Standar Nasional Pendidikan, PP ini menegaskan bahwa ruang lingkup materi  dirumuskan berdasarkan kriteria: a. Muatan wajib yang ditetapkan dalam ketentuan perundang-undangan; b. Konsep keilmuan; dan c. Karakteristik satuan pendidikan dan program pendidikan.

      Sementara Tingkat Kompetensi dirumuskan berdasarkan kriteria: a. Tingkat perkembangan Peserta Didik; b. Kualifikasi Kompetensi Indonesia; dan c. Pengusaan Kompetensi yang berjenjang.

      PP ini secara tegas menghapus Ketentuan Pasal 6 sampai dengan Pasal 18 pada PP No. 19 Tahun 2005 yang di antaranya berisi tentang: a. Pengelompokan mata pelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah (misalnya agama, kewarganeraan, pendidikan jasmani, dsb); b. Pengaturan kurikulum untuk agama, ilmu pengetahuan dan tehnologi; c. Ketentuan mengenai beban belajar; d. Pelaksanaan pendidikan berbasis keunggulan lokal; dan e. Pengembangan kurikulum pada masing-masing satuan pendidikan.

      Menyangkut pengadaan Buk Teks Pelajaran, Pasal 43 Ayat (5a) Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 ini menegaskan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan akan menetapkan buku tersebut sebagai sumber utama belajar dan Pembelajaran setelah ditelaah dan/atau dinilai oleh BSNP atau tim yang dibentuk oleh Menteri.

      Hapus UN SD

      Hal penting lain dalam Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 ini adalah menyangkut ketentuan penilaian hasil belajar. PP ini hanya menegaskan bahwa penilaian hasil belajar digunakan untuk: a. Menilai pencapaian Kompetensi Peserta Didik; b. Bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar; dan c. Memperbaiki proses pembelajaran. “Ketentuan lebih lanjut mengenai penilaian hasil belajar oleh pendidikan diatur dengan Peraturan Menteri,” bunyi Pasal 64 Ayat (2e) PP No. 32/2013 ini.

      Adapun ketentuan mengenai penilaian pada mata pelajaran Agama, Ahlak Mulia, Kewarga Negara, Ilmu Pengetahuan, Estetika, Jasmani dan Olahraga, serta Kesehatan yang tertuang dalam Pasal 64 Ayat (3,4,5,6,dan 7) PP No. 19/2005 dinyatakan dihapus.

      Menurut PP ini, Pemerintah menugaskan BSNP untuk menyelanggarakan Ujian Nasional yang diikuti Peserta Didik pada setiap satuan pendidikan jalur formal pendidikan dasar dan menengah, dan jalur nonformal kesetaraan.

      “Ujian Nasional untuk satuan pendidikan jalur formal pendidikan dasar sebagaimana dimaksud, dikecualikan untuk SD/MI/SDLB atau bentuk lain yang sederajat,” bunyi Pasal 67 Ayat (1a) PP No. 32/2013 ini.
      Pada Pasal 69 PP ini disebutkan,  bahwa setiap Peserta Didik jalur pendidikan formal pendidikan dasar dan menengah dan jalur pendidikan nonformal kesetaraan berhak mengikuti Ujian Nasional, dan berhak mengulanginya sepanjang belum dinyatakan lulus, serta kewajiban bagi Peserta Didik untuk mengikuti satu kali Ujian Nasional tanpa dipungut biaya. Namun pada Ayat (2a) Pasal 69 PP itu ditegaskan, Peserta Didik SD/MI/SDLB atau bentuk lain yang sederajat dikecualikan dari ketentuan mengikuti Ujian Nasional itu.

      Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 ini bahkan secara tegas menghapus ketentuan Pasal 70 Ayat (1,2) PP No. 19/2005, yang didalamnya disebutkan mengenai materi Ujian Nasional tingkat SD dan sederajat, yang sebelumnya mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matemika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

      Menurut Pasal 72 Ayat (1) PP ini, Peserta Didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: a. Menyelesaikan seluruh program Pembelajaran; b. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran; c. Lulus ujian sekolah/madrasah; dan d. Lulus Ujian Nasional.

      Khusus Peserta Didik dari SD/MI/SDLB atau bentuk lain yang sederajat, menurut Pasal 72 Ayat (1a) PP ini,  dinyatakan lulus setelah memenuhi ketentuan pada Ayat (1) huruf a, b, dan c (tidak ada kata-kata lulus Ujian Nasional, red).

      “Kelulusan Peserta Didik dari satuan pendidikan ditetapkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan sesuai dengan kriteria yang dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan dengan Peraturan Menteri,” bunyi Pasal 72 Ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 ini.

      Menurut PP ini pula, ketentuan pengecualian Ujian Nasional SD/MI/SDLB atau bentuk lain yang sederajat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 67 Ayat (1a) berlaku sejak tahun ajaran 2013/2014.
      (Pusdatin/ES)
      sumber : http://setkab.go.id/berita-8631-mulai-tahun-ajaran-20132014-pemerintah-hapus-ujian-nasional-sd.html

      Lanjutkan baca →

      Tunjangan Profesi Guru Langsung Ditransfer ke Rekening Guru Mulai 2013

      Guru adalah profesi yang sangat mulia, karena sudah membuat anak-anak bangsa menjadi cerdas dan sukses. Ada kabar lagi buat para guru bahwa mulai tahun 2013 honor Tunjangan Profesi Guru akan langsung dikirim ke rekening masing-masing guru dan tentunya akan menghindari pemotongan ini dan itu.

      Berikut adalah beritanya:

      Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, pemerintah sangat serius menyelesaikan persoalan tunjangan profesi guru yang sering kali uangnya terlambat diterima guru. Mulai tahun ini sebanyak Rp 7,6 triliun tunjangan guru sepenuhnya disalurkan melalui pemerintah pusat. Tunjangan itu meliputi tunjangan fungsional non pns, tunjangan profesi, tunjangan khusus bagi guru di daerah terpencil dan tertinggal, dan tunjangan kualifikasi bagi guru yang melanjutkan ke DIV atau S1. Sebelumnya, pada tahun lalu, sebanyak Rp 5,7 triliun tunjangan guru disalurkan melalui dekonsentrasi.

      Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh saat memberikan keterangan pers di Kemdikbud, Jakarta, Kamis (6/2/2013).

      Anggaran tersebut dialokasikan bagi sebanyak 629.044 guru. Jumlahnya meningkat dibandingkan dengan tahun lalu sebanyak 610.685 guru. Dari anggaran tersebut, sebagian anggaran digunakan untuk tunjangan fungsional guru non pns daerah atau guru swasta dan yang belum mendapatkan tunjangan profesi karena belum sertifikasi.

       “Alasan ditariknya anggaran fungsional ke pusat supaya efektif. Tahun lalu penyalurannya sering terlambat. Oleh karena itu, (sekarang) ke pusat supaya lebih efektif,” katanya.

      Mendikbud menyebutkan, pada tahun ini sebanyak 321 ribu guru akan menerima tunjangan fungsional tersebut. Jumlah ini berkurang dari tahun lalu sebanyak 339.573 guru. Menurut Mendikbud, penurunan jumlah penerima tunjangan ini karena sebagian guru swasta telah mendapatkan tunjangan sertifikasi. “Tunjangan fungsional diberikan kepada guru yang belum sertifikasi,” katanya.
      ”Setelah dilakukan evaluasi secara menyeluruh, pemerintah pengambil kebijakan akan menyalurkan langsung dana itu ke tangan guru,” kata Nuh saat evaluasi program pendidikan 2012 dan rencana tahun 2013 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pekan lalu, di Jakarta.

      ”Kami menyadari ini pekerjaan rumah yang sulit. Kami akan kawal dana itu agar benar-benar sampai di tangan guru,” ujar Nuh.

      Dari total anggaran fungsi pendidikan sebesar Rp 337 triliun di tahun 2013, pemerintah mengalokasikan Rp 43 triliun untuk tunjangan profesi guru. Besarnya tunjangan profesi guru satu kali gaji pokok guru.

      tunjangan profesi guru tahun 2013

      Banyak potongan

      Menanggapi hal ini, Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo berharap, tahun 2013 pembayaran tunjangan profesi guru akan lebih baik.

      Dalam soal tunjangan profesi guru, kata Sulistiyo, masalah yang muncul antara lain banyaknya guru yang belum mendapat tunjangan profesi walau sudah lolos sertifikasi. Kalaupun menerima, dana itu sering terlambat hingga enam bulan. Selain terlambat, uang yang diterima guru tak utuh karena dipotong dinas pendidikan daerah dengan berbagai alasan. Kalaupun tidak dipotong, saat pencairan tunjangan profesi, guru diharuskan membeli berbagai perlengkapan pendidikan seperti laptop yang harganya lebih mahal dibandingkan harga pasar.

      Sulistiyo juga menyoroti sulitnya guru swasta serta guru honorer mendapat tunjangan profesi. Saat ini dari sekitar 2,9 juta guru di berbagai jenjang pendidikan, sekitar 1,7 juta berstatus guru pegawai negeri sipil (PNS) dan sekitar 1,2 juta guru non-PNS, baik guru swasta, guru bantu, guru honorer, maupun status lainnya.

      Dari rencana program pemerintah tahun depan, ujar Sulistiyo, tidak terlihat adanya rencana mengatasi kekurangan guru SD, tenaga administrasi, perpustakaan, dan laboratorium di sekolah. Persoalan tenaga kependidikan ini tidak pernah disentuh pemerintah pusat. ”Meski menjadi urusan daerah, tetap harus ada solusinya ketika daerah tidak menjalankan kewajibannya,” kata Sulistiyo.

      Sumber : Kompas.com
      Lanjutkan baca →

      Lowongan PNS Sebanyak 60.000 Mulai di Buka pada Agustus 2013

      Info CPNS - Bagi Anda yang belum menjadi PNS dan sangat ingin menjadi PNS ada kabar gembira bahwa pemerintah kembali akan membuka Lowongan PNS pada bulan Agustus 2013, banyaknya lowongan Kerja CPNS tersebut sebanyak 60.000 lowongan tentu saja yang akan diikuti oleh banyak peserta, semoga Anda yang akan ikut serta mendaftarkan diri untuk maju sebagai CPNS mendapatkan kesempatan dan lolos test CPNS tersebut.

      Berikut adalah berita yang kami dapat dari website sebelah yang juga bersumber dari detik finance yang mebicarakan kutipan pembicaraan Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (WamenPAN) Eko Prasojo seperti yang dikuti situs resmi Sekretariat Kabinet, Jumat (10/5/2013). "Untuk penerimaan dari kategori umum 60.000-an", ujarnya.

      Untuk penerimaan pegawai dari pelamar umum dibagi untuk pemerintah pusat dan daerah. dari sini, lanjut eko, pemerintah bisa benar-benar mencari pegawai yang sesuai kebutuhan.

      Eko memperkirakan perekrutan pegawai tahun 2014 kurang lebih sama dengan penerimaan tahun ini. "Kalau enggak ada macam-macam, Insya Allah 2014 masalah pegawai honorer rampung," kata Eko.

      Menurut eko, adanya pegawai honorer yang masih tersisa membuat peneriamaan pegawai masih harus memprioritaskannya. Setidaknya, penerimaan CPNS yang leluasa baru bisa dilaksanakan pada 2015 mendatang.

      Sementara, tes penerimaan CPNS secara nasional akan digelar pada Agustus 2013. Jumlah PNS yang memasuki masa pensiun tahun ini mencapai 110.000 dan yang akan diterima sekita 60.000 CPNS.

      Untuk Pegawai Tidak Tetap (PTT) Kategori 2 (pendapatan tidak dibayar melalui APBN/APBD), Wamen PAN-RB Eko Prasojo mengatakan, jumlahnya mencapai 500.000. "Kemenpan-RB masih akan melakukan penentuan kuota formasi jurusan dan usulan dari daerah." jelas Eko.

      Kemudian akan ditentukan jumlah kuota yang akan diterima untuk PTT K2. Jika kuota telah ditentukan, maka akan lakukan tes pada Juli dan Agustus.

      tes PTT K2, lanjut Eko, akan disamakan dengan tes penerimaan reguler, diantaranya tes kepribadian, tes potensi akademik dan tes wawasan kebangsaan.

      Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda, dan yang belum PNS ayo siap-siap untuk mendaftar dan siapkan segala kemampuan Anda agar lulus dalam tes tersebut.

      Khusu bagi Anda yang ingin mengikuti tes CPNS, kami sarankan untuk mempelajari Soal-soal CPNS yang bisa Anda dapatkan di bawah ini:



      Lanjutkan baca →

      Mengenal Karakter Anak Berdasarkan Golongan Darah

      Info dari blog mas Mohammad Rifai. sebagai bahan dan bekal bagi guru-guru yang mengajar di mana saja untuk lebih mengenal anak didik agar lebih mudah dalam mendekatinya.

      Menjadi orang tua atau guru bukanlah suatu hal yang mudah. Seringkali kita tidak mengenali karakter anak kita meskipun kita sering bersama mereka. Hal-hal kecil yang sering kita abaikan, terkadang merupakan hal yang paling penting bagi anak. Masalah komunikasi merupakan hambatan yang sangat berpengaruh bagi sebuah hubungan yang sehat. Terkadang kita bertanya-tanya, bagaimana ya cara kita berkomunikasi agar pendapat kita bisa didengarkan anak? Seberapa jauh sih kita mengenal karakter anak kita?
      Di Jepang, mengetahui karakter seseorang lewat golongan darah merupakan sebuah tradisi yang sudah umum. Tetapi, karekter berdasarkan golongan darah ini tidak mutlak dimiliki oleh orang bergolongan darah tertentu, tetapi ada kecenderungan yang menjadi pembawaannya. Dengan mengetahui kelebihan dan kelemahan anak, kita bisa mengenal isi hati anak yang menjadi kunci untuk membangun kepribadian mereka.

      golongan darah

      Anak yang bergolongan darah O
      Karakteristik temperamen :
      - Gairah hidupnya sangat tinggi (aktif, mempunyai cara tertawa yang khas, berorientasi pada hasil)
      - Memiliki keinginan yang kuat untuk mencapai apa yang diinginkan
      - Ekspresi dan pola pikirnya diungkapkan dengan tidak berbelit-belit
      - Memiliki rasa percaya diri dan ekspresi diri yang kuat
      - Memilih teman dengan dilandasi oleh hubungan kekuasaan yang kuat
      - Mudah tersentuh atau tersinggung, tetapi mudah juga melupakannya
      - Senang bicara
      Tingkah laku yang terlihat pada anak :
      - Bersahabat, dan terkadang manja
      - Menyenangi kontak fisik
      - Memiliki keinginan yang kuat untuk memonopoli orang atau benda
      - Pandai membuat cerita
      - Sangat antusias untuk makan
      - Sangat peduli dengan kompetisi
      Cara menegur
      - Tunjukkan sedikit kemarahan saja, dan jangan lupa untuk mengatakan, ;karena saya mengasihi kamu;
      Bagian yang perlu diperhatikan
      - Agar tidak tampak berlebihandalam menyikapi kesalahannya, tunjukkan juga tindakan yang penuh kasih sayang.
      - Bantu dia untuk menunjukkan kemampuannya dalam menolong orang lain.
      Anak yang bergolongan darah A
      Karakteristik temperamen :
      - Memiliki keinginan yang kuat untuk membantu
      - Sensitif terhadap perubahan lingkungan sekitar
      - Dapat mengontrol emosi dan keinginan
      - Menghargai aturan
      - Perfeksionis
      Tingkah laku yang terlihat pada anak:
      - Memiliki keinginan kuat untuk membantu
      - Berkelakuan baik
      - Bisa bekerja sama saat melakukan aktivitas bersama teman lain
      - Sangat menjaga apa yang sudah ditetapkan dan diajarkan
      - Sensitif terhadap perkataan orang lain
      Cara menegur :
      - Puji sisi baiknya terlebih dahulu, setelah paham akan persoalannya, beritahukan kekurangannya secara baik-baik
      Bagian yang perlu diperhatikan:
      - Bersikap sabar terhadapnya
      - Anak ini memiliki dedikasi dan keinginan yang kuat untuk membantu
      Anak yang bergolongan darah B
      Karakteristik temperamen:
      - Senantiasa melakukan sesuai apa yang disukai, mereka tidak suka dibatasi
      - Berfikir dengan cara yang fleksibel
      - Mudah membuka hati untuk orang lain
      - Optimis
      Tingkah laku yang terlihat pada anak:
      - Memiliki ide yang berani dan bebas
      - Antusias terhadap apa yang disukainya
      - Walaupun bersama-sama dengan orang lain dalam kelompoknya, biasanya mereka melakukan aktivitasnya sendiri
      - Pemalu
      - Tidak bisa stabil, tidak mau dikontrol
      Cara menegur :
      - Karena intonasi suara yang keras tidak terlalu berpengaruh, ajarkan suatu hal berkali-kali tanpa kenal lelah
      Bagian yang perlu diperhatikan:
      - Aktivitas dan ide yang fleksibel
      - Berikan pujian pada saat mereka sedang melatih kemampuan dan talenta mereka
      Anak yang bergolongan darah AB
      Karakteristik temperamen :
      - Memiliki pemikiran rasional
      - Terkadang memiliki emosi yang stabil, tetapi juga kadang-kadang tidak stabil
      - Bersikap lembut dan baik hati, pandai membuat keputusan terhadap suatu situasi, tidak suka sikap yang cenderung menyanjung.
      - Senang melayani
      Tingkah laku yang terlihat pada anak:
      - Sejak kecil tidak terlalu manja
      - Anak yang pemalu tapi sekaligus juga anak yang ceria, penuh rasa humor, lucu
      - Memiliki kebiasaan berfantasi
      Cara menegur :
      - Jangan membentak dan memarahi, berikan pengertian dengan mengajaknya berdiskusi. Hanya saja berhati-hatilah,
      jangan sampai menjawab dengan terlalu enteng.
      Bagian yang perlu diperhatikan :
      - Perasaan yang lembut terhadap orang maupun alam, keinginan untuk melayani di lingkungan social
      - Berikan penghargaan pada upayanya, meskipun tampak kecil.
      Nah parent, dengan lebih mengetahui karakter anak kita melalui golongan darah, kita bisa semakin mengerti perasaan anak kita. Sehingga akan terjalin komunikasi yang sehat antara kita sebagai orang tua dan anak-anak kita. Dan dengan mengenali karakter anak kita, kita bisa menggali lebih dalam kemampuan anak Sukses selalu bagi kita semua.
      Sumber :
      - Seminar “Melejitkan Kecerdasan Anak” oleh Ibu Yemima Tri Wuryani (Psikolog).
      - Touch my heart, karangan Toshitaka Nomi.
      Lanjutkan baca →

      18 NILAI KARAKTER YG DISEPAKATI DIMASUKKAN KE DALAM RPP

      18 NILAI KARAKTER YG DISEPAKATI DIMASUKKAN KE DALAM RPP
      (tentunya karakter lain boleh saja dimasukkan minimal ini sbg contoh)
      Nilai dan Deskripsi Nilai Pendidikan Budaya dan Kaarakter Bangsa
       1. Religius : sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
      2. Jujur : Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
      3. Toleransi : Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
      4. Disiplin : Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan
      5. Kerja Keras : Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya
      6. Kreatif : Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
      7. Mandiri : Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas
      8. Demokratis : Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain
      9. Rasa Ingin Tahu: Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
      10. Semangat Kebangsaan: Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya
      11. Cinta Tanah Air : Cara berfikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa.
      12. Menghargai Prestasi: Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
      13. Bersahabat/Komunikatif: Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.
      14. Cinta Damai : Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya.
      15. Gemar Membaca: Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.
      16. Peduli Lingkungan: Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi
      17. Peduli Sosial : Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
      18. Tanggung-jawab : Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.
      Lanjutkan baca →

      Kesabaran Seorang Guru menjadikannya dicintai anak didik


      Informasi Guru - Seorang guru yang dicintai oleh anak didiknya adalah yang sabar dalam menghadapi mereka pada saat proses belajar mengajar. Kesabaran seorang guru akan membuat anak didik merasa nyaman dalam belajar. Tidak saja merasa nyaman, kesabaran seorang guru juga membuat anak didik mempunyai waktu yang cukup untuk lebih bisa memahami pelajaran yang dihadapinya. Inilah kunci yang sangat penting dalam meraih keberhasilan di dunia pendidikan.

      Sabar seringkali dipahami dengan tidak tepat. Oleh karena itu, sebelum memahami persoalan sabar dalam mengajar ini, ada baiknya bagi kita untuk memahami arti sabar itu sendiri. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sabar mempunyai dua makna, yakni (1) tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati); tabah; (2) tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu.

      Berangkat dari pemahaman sabar berdasarkan kamus tersebut, seorang guru yang ingin bisa sabar dalam mengajar dapat melakukan dua hal penting sebagai berikut:

      a. Tahan dalam Segala Keadaan

      Menghadapi sikap anak didik yang tidak sesuai dengan harapan, tidak sedikit dari guru yang menunjukkan sikap tidak sabar. Sikap dari anak didik yang tidak sesuai dengan harapan itu bisa jadi berupa perilaku anak didik yang tidak memerhatikan pelajaran, melanggar kesepakatan, tidak mengerjakan tugas, atau bahkan tidak segera bisa menangkap pelajaran yang telah disampaikannya. Tidak sabar yang demikian biasanya ditunjukkan dengan sikap jengkel atau bahkan amarah. Inilah sesungguhnya tipe guru yang tidak tahan dalam menghadapi keadaan muid-muridnya.

      Namun, bagi seorang guru yang bisa bersabar tentu akan mendapatkan hasil yang menyenangkan. Hal ini disebabkan para guru yang sabar mempunyai keyakinan bahwa hal yang tidak diinginkan dan yang terjadi pada anak didiknya tidaklah kekal. Cepat atau lambat perilaku anak didik yang tidak diinginkan tersebut pasti akan berubah. Apa yang terjadi pada anak didik sekarang tentu tidak akan terus-menerus terjadi dalam keadaan demikian, apalagi seiring dengan masa tumbuh dan berkembang anak didik. Apalagi, sang guru secara terus-menerus pula mendampingi anak didiknya dalam proses belajar mengajar. Dengan demikian, diyakini bahwa setiap anak didik sedang menjalani proses untuk menjadi lebih baik.

      Di samping itu, tahan dalam segala keadaan atau sabar sangat diperlukan bagi seorang guru saat mendampingi anak didiknya karena dipercaya bisa menimbulkan energi positif. Hal ini bisa terjadi karena pada saat seorang guru membangun sifat kesabaran, ada proses harapan atau doa agar anak didiknya berubah menjadi lebih baik. Tentu akan berbeda jika seorang guru telah kehilangan kesabarannya, yang terjadi adalah rasa marah, apalagi bercampur aduk rasa jengkel, dan yang lebih menyedihkan adalah sang guru diam-diam mengumpat di dalam hati. Bila sudah begini, bukan lebih baik yang terjadi, malah semakin parah.

      Di sinilah sesungguhnya sifat sabar dari seorang guru menjadi mutlak untuk dimiliki dalam mendampingi anak didiknya. Bukan sekadar ia akan menjadi guru yang akan dicintai oleh para muridnya. Akan tetapi, lebih dari itu, hal ini penting dalam rangka mencapai keberhasilan dalam proses belajar mengajar.

      Guru yang sabar


      b. Tenang atau Tidak Tergesa-gesa

      Seorang guru yang mempunyai sifat sabar dalam mendampingi anak didiknya tentu akan bersikap tenang atau tidak tergesa-gesa. Hal ini penting sekali agar anak didik dapat mengikuti proses belajar mengajar dengan baik. Sebab, daya tangkap setiap anak didik ketika mendengar penjelasan dari sang guru tentu berbeda antara satu dengan yang lainnya. Ada anak didik yang hanya diterangkan dengan beberapa kalimat saja langsung sudah bisa memahami apa yang telah disampaikan oleh gurunya. Namun, ada juga anak didik yang membutuhkan waktu agak lama dibandingkan dengan teman-teman sekelasnya. Anak didik yang agak lambat dalam menangkap dan memahami pelajaran ini tentu harus diperhatikan pula oleh guru. Pada saat yang seperti ini seorang guru dibutuhkan kesabarannya untuk menjelaskan dengan beberapa kalimat tambahan atau bahkan pengulangan kepada anak didiknya.

      Setiap guru memang mempunyai target agar setiap dari pertemuan yang dilakukannya bersama anak didiknya dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Hal ini memang sudah seharusnya. Sebab, tanpa target untuk mencapai keberhasilan dalam belajar mengajar tentu apa yang dilakukan oleh seorang guru menjadi asal-asalan dan tidak terarah. Namun, dalam rangka untuk mencapai keberhasilan dalam proses belajar mengajar tentu dibutuhkan ketenangan dalam diri seorang guru agar proses belajar mengajar itu pun dapat berjalan dengan baik. Dalam hal ini, seorang guru tidak boleh tergesa-gesa. Justru ketergesaan yang dilakukan oleh seorang guru biasanya malah mengacaukan rencana yang sudah dirangcang dengan baik dalam rangka mencapai keberhasilan tujuan belajar mengajar.

      Seorang guru yang selalu tergesa-gesa akan membuat anak didiknya tidak nyaman dalam mengikuti proses belajar mengajar. Ia merasa seperti dikejar-kejar untuk segera menyelesaikan pekerjaan yang satu untuk menuju pekerjaan yang lain. Apalagi, pada saat yang seperti ini sang guru malah berkomentar, misalnya, "Mengerjakan begitu saja lambat amat, sih." Komentar yang seperti ini sungguh akan dirasakan tidak nyaman bagi anak didik.

      Mengerjakan segala sesuatu dengan tenang atau tidak tergesa-gesa bukan berarti selalu lambat dalam melakukan pekerjaan. Tenang yang dimaksudkan di sini lebih kepada membangun kesabaran dalam proses yang sedang dijalaninya. Maka, seorang guru yang bisa tenang dalam proses belajar mengajar akan bisa memimpin jalannya belajar mengajar dengan baik. Anak didik pun dapat belajar dengan lebih berkonsentrasi. Dengan demikian, guru dan anak didik sama-sama bisa fokus untuk mencapai keberhasilan dalam belajarnya.

      Demikianlah dua hal penting yang dapat dilakukan oleh seorang guru dalam rangka membangun kesabaran ketika bersama anak didiknya. Sungguh, ini adalah kunci yang penting agar seorang guru bisa lebih menikmati dan merasakan bahagia dalam menjalankan tugasnya. Hal ini bisa terjadi karena guru yang sabar bisa tenang dan menikmati proses belajar mengajar dengan baik. Sebaliknya, tanpa kesabaran seorang guru akan banyak mengeluh mengenai anak didiknya. Jika sudah begini, rasa optimisme pun tak bisa terbangun dengan baik.

      Mengaitkan kesabaran dan rasa optimisme ini sebagaimana pemaparan di atas, jelas diketahui bahwa kesabaran yang dibangun oleh seorang guru adalah kesabaran dalam arti yang benar. Bukan kesabaran dalam arti mudah menyerah dan mengalah. Melainkan kesabaran yang dinamis dalam menyikapi segala persoalan dengan cara pandang dan berpikir yang positif. Jika seorang guru dapat bersikap demikian, ia akan mendapatkan banyak sekali manfaat, yakni di samping akan dicintai anak didiknya, bahkan tak jarang hingga mereka lulus sekolah, juga sangat mendukung dalam meraih keberhasilan mencapai tujuan belajar mengajar.

      Sumber: wikimu

      Lanjutkan baca →